Sumsel Gabungkan Sport dan Tourism Menuju Asian Games 2018
Ghani Nurcahyadi
21/11/2015 00:00
( ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Kreativitas Wong Kito Sumsel memang layak diacungi dua jempol. Penampilan Sriwijaya Carnival Palembang 2015, yang menyedot perhatian ribuan pasang mata dari Kembang Iwak sampai Benteng Kuto Besak itu dahsyat. Tidak kalah atraktif dan kreatif dengan Jember Carnival, Malang Carnival maupun Solo Batik Karnaval yang sudah menjadi ikon karnaval dan mendunia itu.
Perempuan-perempuan cantik, berjalan dengan langkah perlahan tapi pasti. Senyumnya semakin manis dengan coretan di kiri kanan pipinya. Desain dua sayap mirip kupu-kupu menjulang, indah dengan kombinasi biru, hijau, merah, kuning, cokelat dan segala turunan warnanya. Pernak pernik kemilau kostum para peragawati itu serasi dipandang mata. Antusiasme warga Palembang dan Sumsel memang amat tinggi. Berbagai even yang digulirkan selama dua hari ini, 20-21 November 2015 itu merupakan roadshow to Asian Games 2018 itu. Gubernur Alex Noerdin yang di dampingi Kepala Disbudpar Sumsel, Irene Camelyn Sinaga menyebut Sumsel dan Kota Palembang adalah penyelenggara event sport tourism berskala internasional yang paling rajin di Indonesia.
Sejak berinisiatif membangun Jakabaring Sport City, komitmen melambungkan Sumsel menjadi Melbourne-nya Indonesia sangat tinggi. Pusat pemusatan latihan atau training center semua cabang olahraga, punya fasilitas olahraga berstandar dunia yang paling lengkap dan terawat, juga berada dalam satu kompleks. Karena itu segala event olahraga dunia, bisa dan layak digulirkan di Palembang. Selain karnaval yang heboh, rangkaian 1001 hari menghitung mundur Asian Games 2018 itu juga ada Festival Kopi, Fashion Show, hiburan rakyat, galery tekstil, karya budaya seperti jumputan dan songket ditampilkan di BKB. Aktivitas seni turut tampil, dari daerah hingga musik modern dari Komunitas Jaz pun tampil.
"Warga kami sangat antusias, menyambut berbagai kegiatan yang bertaraf internasional. kami bangga selalu menggelar kegiatan berskala dunia, kalau event nasional itu biar provinsi lain saja," kelakar Alex Noerdin yang selalu menyebut Chief Executive Officer of South Sumatera Incorporated itu. Irene menambahkan, para seniman lokal juga bisa ikut berpartisipasi di event ini. "Karena itu, kegiatan kami menjadi sangat meriah, segala kalangan seni dan budaya turut tampil," ujar Irene yang juga mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sumsel ini. Tak habis di situ. Pembacaan puisi juga mengisi rangkaian acara 1001 Hari Hitung Mundur. Ribuan anak-anak turut terlibat pada acara itu, pelepasan 1001 balon ke langit Palembang dan pesta kembang api di Jembatan Ampera dan Sungai Musi.
“Gubernur Sumsel Alex Noerdin bersama Vice President Komite Olimpiade Asia atau Olympic Council of Asia (OCA) hadir dan ikut memulai hitung mundur Asian Games 2018. Penandaan hitung mundur ini bertujuan mengajak warga khususnya di Kota Palembang menyiapkan diri untuk event akbar,†terangnya. Sehari sebelum 1001 Hari Hitung Mundur, Menteri Pariwisata Arief Yahya membuka seminar dengan tema "Marketing Tourism" di hadapan Bupati dan Walikota se-Sumsel. Hampir 1,5 jam Menpar mempresentasikan ilmu marketing dg runtut, sistematis, kaya data-data terbaru pariwisata, memadukan teori yang menjemukan dan contoh konkret di sisi praktis yang mudah dicerna. Sembilan puluh menit itu terasa cepat dan tidak membosankan.
Sampai-sampai Gub Alex Noerdin speechless, tidak bisa berkata-kata lagi, mendengar dan melihat tampilan presentasi Menteri Arief Yahya. "Baru kali ini saya kagum mendengarkan paparan Menteri Pariwisata selama negeri ini berdiri, komplet, lengkap dan inspiratif. Ini Menpar yang paling hebat di negeri ini selama ini! Saya jadi malu menyebut diri saya dengan CEO," aku Alex yang disambut gelak tawa audience sekitar 300 pejabat itu. Berulang kali Menpar Arief Yahya mengingatkan tugas utama seorang CEO. Yakni menunjukkan arah kemana perusahaan akan bergerak. Lalu mengatur dan mendistribusikan sumber daya, baik manusia maupun financial. "Nah, para bupati walikota, coba dilihat, kepala dinas pariwisatanya apakah sudah dipilih orang yang terbaik? Apakah budgetingnya juga sudah dihitung yang terbaik? Untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai tulang punggung di wilayahnya," kata Menpar Arief Yahya.