Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Ganda Putra Indonesia Berburu Poin Demi Tiket World Tour Finals

Nurul Fadillah
01/11/2018 12:00
Ganda Putra Indonesia Berburu Poin Demi Tiket World Tour Finals
Pasangan ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya/Markus Gideon bersiap main melawan rekan senegaranya M Rian Ardianto/Fajar Alfian pada final bulu tangkis ganda putra Asian Games 2018 di Istora Senayan, Komplek GBK, Selasa (28/8).(MI/ROMMY PUJIANTO)

INDONESIA telah dipastikan meraih satu tiket World Tour Finals 2018 melalui pasangan ganda putra peringkat 1 dunia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Hanya 8 peringkat teratas yang berhak berlaga di laga final super series bulu tangkis yang berlangsung di Guangzhou, Tiongkok pada 12-16 Desember mendatang sehingga Kevin/Marcus otomatis menjadi salah satunya.

Selain pasangan Juara All England 2018 dan Asian Games 2018 tersebut, ganda putra masih menargetkan satu pasang lagi untuk menembus final.

Saat ini, tiga pasang yang tersisa, yaitu Berry Angriawan/Hardianto, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, telah menduduki posisi 10, 11, dan 12 besar dunia.

Ketiganya pun harus berburu poin di turnamen yang tersisa di sepanjang November. Awalnya, Fajar/Rian memiliki peluang menyusul Kevin/Marcus ke final jika saja mereka hadir dan mendapat poin di Denmark Terbuka dan Prancis Terbuka 2018 lalu.

Baca juga: Owi/Butet Pasrah Perihal Kans ke BWF World Tour Finals

Sayangnya, pada dua turnamen tersebut keduanya harus absen karena ada kendala nonteknis yaitu anggota keluarga Fajar yang sakit. Hal ini membuat peringkat mereka turun drastis dari yang semula menduduki posisi 6 menjadi 12.

Karena itu, di sisa waktu yang ada Fajar/Rian harus memaksimalkan permainan mereka agar dapat mengejar poin menuju ke final super series tersebut.

Menurut pelatih ganda putra Indonesia Herry Iman Pierngadi, keduanya akan turun di empat turnamen sekaligus di sepanjang November, yaitu Tiongkok Terbuka yang berlangsung pada 6-11 November, Hongkong Terbuka pada 13-18 November, India Super 300 pada 20-25 November, dan Korea Masters pada 27 November - 2 Desember.

"Target mereka buat menguber poin final super series yang batasannya hanya peringkat 8 besar di mana masing-masing negara maksimal hanya boleh mengirimkan 2 pemain terbaik. Kalau mereka masuk ya bisa, kalau tidak ya hanya Kevin/Marcus saja. Idealnya sih mereka harus juara di tiap-tiap turnamen yang mereka ikuti supaya musuhnya tidak bisa mengejar poin mereka," ujar Herry.

Herry menambahkan, persiapan Fajar/Rian menuju turnamen terakhir masih belum maksimal. Performa mereka masih berada di kisaran 60-70%.

"Tinggal di sisa waktu lima hari ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya supaya bisa mencapai 100%," tandas Herry.

Selain Fajar/Rian, pasangan Berry/Hardi dan Hendra/Ahsan juga berkesempatan menembus babak final. Karena itu, ketiga pasang pemain tersebut harus bersaing memperebutkan satu slot terakhir.

"Kita tinggal pilih, satu slot diperebutkan sama tiga pasang ini karena selisih peringkat mereka itu tipis-tipis. Berry/Hardi akan mengikuti empat turnamen sekaligus seperti Fajar/Rian, tetapi untuk Hendra/Ahsan hanya di tiga turnamen, minus di India karena pendaftarannya sudah tutup dulua, sehingga langsung ke Korea," pungkasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya