Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Ini Evaluasi Pelatih Soal Penampilan Kevin/Marcus di Sirkuit Eropa

Nurul Fadillah
30/10/2018 13:30
Ini Evaluasi Pelatih Soal Penampilan Kevin/Marcus di Sirkuit Eropa
(ANTARA FOTO/Humas PBSI)

WAKIL Indonesia di sektor ganda putra, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon gagal memberikan gelar bagi Indonesia di ajang Prancis Terbuka 2018 pekan lalu. Keduanya harus menyerah dari wakil Tiongkok, Han Chengkai/Zhou Haodong dengan skor 21-23, 21-8, dan 17-21 di babak final.

Menanggapi hasil tersebut, pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi merasa anak-anak asuhannya sudah tampil maksimal. Apalagi, Kevin/Marcus sudah juara di Denmark Open 2018 yang berlangsung seminggu sebelumnya.

"Garis besar keseluruhan sudah oke, sudah bagus selama mereka main di sirkuit Eropa. Itu dalam dua minggu dua negara itu bisa dua duanya final, satu juara, dan satu runner up, saya rasa cukup bagus ya. Memang kita harus melihat mungkin kondisi fisik mereka juga tenaganya pasti berkurang (sehingga gagal di Prancis)," ujar Herry saat diwawancarai Media Indonesia, Senin (29/10) malam.

Herry menambahkan, sejak awal, dirinya memang tidak memberikan target khusus kepada pasangan peringkat 1 dunia tersebut. Beban target dari pelatih, lanjut Herry, hanya difokuskan di dua turnamen besar, yaitu All England 2018 dan juga Asian Games 2018.

Baca juga: Kevin/Marcus Gagal di Final Prancis Terbuka

Karena itu, apa yang dicapai di turnamen yang tersisa adalah target pribadi para pemainnya.

"Kalau dari saya sih sudah engga lagi menentukan target juara buat Kevin/Marcus karena target mereka memang tahun ini di All England dan Asian Games sehingga sudah tercapai semua itu yang pokok dan utama. Kalau yang turnamen sisa ini sudah target pribadi mereka," lanjut Herry.

Selanjutnya, Kevin/Marcus akan kembali memulai perburuan gelar di Tiongkok Terbuka 2018 pada 6-11 November dan Hong Kong Terbuka 2018 pada 13-18 November mendatang. Dua turnamen tersebut akan menjadi tur terakhir Kevin/Marcus sebelum menghadapi partai puncak di World Tour Finals 2018 yang berlangsung di Guangzhou, Tiongkok pada 12-16 Desember mendatang.

Hasil apapun yang diraih kedua pemain tidak mempengaruhi tiket final super series yang berhak mereka dapat sebagai peringkat 1 dunia.

Di sisi lain, Herry mengaku akan mengevaluasi lebih lanjut penampilan anak didiknya yang lain, yakni Berry Angriawan/Hardianto.

Berry/Hardi yang tidak turun di Prancis Terbuka dan harus tersingkir lebih awal di babak kedua Denmark Terbuka 2018.

Mereka kalah dari pasangan Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dengan skor 12-21 dan 18-21.

"Di denmark itu harus dievaluasilah penampilan mereka karena sudah dua kali pertemuan dengan pasangan Jepang itu kalah. Itu akan kita pelajari dan kita evaluasi lebih lanjut sama pemain, kekurangan dan kelemahan mereka dimana si dan itu harus diperbaiki di sisa waktu yang ada ini," tandasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya