Jumat 12 Oktober 2018, 05:55 WIB

Arema tanpa Suporter hingga Akhir Musim

(Sat/R-1) | Olahraga
Arema tanpa Suporter hingga Akhir Musim

ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

KERICUHAN suporter yang terjadi saat laga antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Kanjuruhan beberapa waktu lalu telah diambil tindakan. Komite Disiplin (Komdis) PSSI telah bersidang dan memberikan sanksi kepada Arema FC terkait keributan yang disebabkan suporternya. Laga itu dibumbui insiden pengeroyokan antarsuporter di area tribun.

Selain itu, ada aksi provokasi dan intimidasi kepada tim Persebaya Surabaya oleh beberapa oknum suporter di lapangan. Pelemparan botol ke arah lapangan dan menyalakan suar api pun juga terjadi dalam momen yang sama. Atas pelanggaran tersebut, Arema FC dihukum menggelar pertandingan tanpa penonton pada laga kandang.

Aremania pun juga dilarang memberikan dukungan langsung pada pertandinganpertandingan tandang Arema hingga musim kompetisi Liga 1 2018 berakhir. Sementara itu, untuk sanksi penyalaan suar api dan pelemparan botol, Arema didenda sebanyak Rp100 juta.

Komdis PSSI juga secara personal memberikan sanksi kepada dua pentolan Arema FC Yuli Sumpil dan Fandy karena melakukan provokasi dengan turun ke lapangan. Keduanya diberikan hukuman dilarang memasuki area stadion di seluruh negara Republik Indonesia selama seumur hidup.

“PSSI memastikan setiap pelanggaran disiplin kompetisi mendapatkan sanksi. Tidak ada toleransi,” kata Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono, Kamis (11/10).

CEO Arema Iwan Budianto telah berkomitmen untuk tidak akan merespon hukuman dengan opsi melakukan banding. Namun, ia mengaku sanksi ini sangatlah berat bagi Arema dari sisi stabilitas neraca keuangan tim.

“Kita kehilangan pendapatan. Tentu ini berpengaruh terhadap operasional kelangsungan hidup banyak pihak, bahkan manajemen harus bernegosiasi ulang dengan pihak sponsor,” kata Iwan.

Pengamat kebijakan olahraga Amal Ganesha menilai standar sanksi yang dijatuhkan Komdis PSSI saat ini mulai meningkat sejak insiden meninggalnya Haringga Sirla. Ia berharap PSSI dapat konsisten pada sikap dan level ketegasan ini.

“Kalau dilihat vonisnya standar hukumannya sudah mulai dinaikkan sejak kasus Haringga kemarin. Jika PSSI konsisten menetapkan standar hukuman, pasti publik sepak bola akan bereaksi positif. Mengingat ketertiban di kompetisi elite (Liga 1 2018) merupakan keharusan,” ungkap Amal. (Sat/R-1)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

PBSI Tekankan Evaluasi Jelang Olimpiade Tokyo

👤Rifaldi Putra Irianto 🕔Sabtu 19 Juni 2021, 14:43 WIB
Simulasi cabang bulu tangkis jelang Olimpiade Tokyo diadakan dua hari pada 16-17 Juni di markas besar Pelatnas Cipayung, Jakarta...
Stacy Revere/Getty Images/AFP

Di Laga Pamungkas Lawan Bucks, Nets Tampil Tanpa Irving

👤Rifaldi Putra Irianto 🕔Sabtu 19 Juni 2021, 14:20 WIB
Pelatih Nets Steve Nash mengatakan bahwa Kyrie Irving masih membutuhkan waktu untuk pemulihan pergelangan kaki kanannya yang...
Kevin C. Cox/Getty Images/AFP

Sixers Bungkam Hawks Kedudukan Jadi Imbang 3-3

👤 Rifaldi Putra Irianto 🕔Sabtu 19 Juni 2021, 13:46 WIB
Philadelphia 76ers memaksa Atlanta Hawks memainkan seri ketujuh mereka dalam pertandingan semifinal wilayah timur NBA, untuk bisa meraih...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pungli Tetap Marak Pak Satgas!

Pungli di berbagai layanan publik terus menjadi masalah yang dialami masyarakat, bahkan di tengah kesulitan ekonomi akibat pandemi.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya