Headline

Dalam suratnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan masih membuka ruang negosiasi.

Fokus

Tidak semua efek samping yang timbul dari sebuah tindakan medis langsung berhubungan dengan malapraktik.

Arianti tidak Menyangka Dapat Medali Perak di Nomor 400 Meter

Antara
11/10/2018 13:31
Arianti tidak Menyangka Dapat Medali Perak di Nomor 400 Meter
Sprinter Indonesia Ni Made Arianti Putri (248) berekspresi ketika finis kedua ketika mengikuti final lari 100 meter putri T13 di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, Rabu (10/10).(MI/ROMMY PUJIANTO )

ATLET paraatletik Indonesia Ni Made Arianti Putri tidak menyangka dirinya berhasil meraih medali perak di nomor lari 400 meter T13 putri Asian Para Games 2018, Kamis (11/10).

Hasil tersebut menjadi medali perak keduanya di Asian Para Games 2018 setelah sebelumnya meraup medali serupa di nomor 100 meter T13 putri, Rabu (10/10).

"Tidak menyangka bisa mendapatkan medali perak di nomor 400 meter ini karena sebelumnya tidak ditargetkan medali di nomor ini," kata Ni Made Arianti usai bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Meski demikian, atlet berusia 22 tahun tersebut mengakui catatan waktunya di nomor 400 meter T13, yakni 1 menit 05,29 detik sudah memenuhi harapan.

Torehan waktu Arianti tersebut sudah memecahkan rekor Asian Para Games 1 menit 05,86 detik yang dibuat pelari Thailand Supannee Prawat pada 2010 di China.

"Saya berterima kasih kepada semua yang telah mendukung saya, termasuk keluarga, pelatih, teman-teman dan masyarakat Indonesia," kata Arianti.

Dara yang lahir di Gianyar, Bali, pada 4 Februari 1996 tersebut secara khusus memberikan apresiasi kepada masyarakat Indonesia yang hadir langsung di stadion untuk mendukungnya.

Menurut Arianti, sorak sorai suporter di sekelilingnya menjadi motivasi tersendiri untuknya.

"Percaya diri saya semakin meningkat. Ini menjadi motivasi saya, apalagi kita sebagai tuan rumah," tutur dia.

Ni Made Arianti sukses merebut medali perak di nomor lari 400 meter T13 putri Asian Para Games 2018 dengan catatan waktu 1 menit 05,29 detik.

Medali emas di nomor ini diraih Sasaki Mana dari Jepang dengan waktu 1 menit 01,48 detik, sementara perunggu didapatkan Mahdavikiya Ozra dengan cacatan waktu 1 menit 08,18 detik.

Dengan sumbangan medali perak dari Arianti, sampai Kamis (11/10) pukul 12.00 WIB, Indonesia sudah mengumpulkan enam medali emas, 10 medali perak dan tujuh medali perunggu di cabang olahraga paraatletik. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya