Rabu 10 Oktober 2018, 04:00 WIB

Menpora Tetap Apresiasi Miftahul Jannah

Rul/Ant/R-3 | Olahraga
Menpora Tetap Apresiasi Miftahul Jannah

ANTARA/DHEMAS REVIYANTO

 

MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengapresiasi keputusan pejudo disabilitas netra putri Indonesia Miftahul Jannah yang mempertahankan prinsipnya tidak melepas hijab pada pertandingan blind judo Asian Para Games 2018 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, kemarin.

Keputusan tersebut membuat Miftah harus terdiskualifikasi dari pertandingan.

"Pemerintah dan kita semua melihat Miftah yang memegang teguh prinsipnya yang sangat luar biasa. Ini perlu diapresiasi dan alhamdulillah kami sangat bersyukur," ucap Imam Nahrawi dalam jumpa pers yang digelar di arena judo, Gelora Bung Karno, Jakarta, kemarin.

Imam dapat memahami keputusan yang diambil Miftah tersebut semata-mata karena perempuan 21 tahun itu tidak ingin auratnya terlihat pada saat bertanding.

Prinsip yang Miftah pegang teguh itu haruslah dihargai semua pihak.

Di sisi lain, kata Imam, ada regulasi dari Federasi Judo Internasional (IJF) terkait dengan larangan penggunaan tutup kepala yang juga harus diterapkan sebaik mungkin.

"Ini soal prinsip dan regulasi yang harus sama-sama jalan. Kami hargai sekali keputusan Miftahul Jannah dan tentu ini menjadi penyemangat bagi yang lain, terutama federasi judo untuk mencari terobosan agar ada hijab yang bisa dimodifikasi dan dipakai oleh para judoka kita," ucap Menpora Imam.

Menpora menambahkan, olahraga yang dipertandingkan dalam Asian Para Games 2018 harus tetap menjunjung tinggi respek, rasa solidaritas serta penghormatan terhadap prinsip-prinsip, baik prinsip yang dipegang atlet maupun prinsip yang harus dijalankan regulasi.

Saat bertemu Menpora, Miftahul Jannah mengaku telah mengetahui tentang adanya peraturan untuk membuka jilbab pada pertandingan blind judo Asian Para Games 2018.

"Miftah mengubah aturan itu karena Miftah ingin mempertahankan prinsip Miftah untuk Miftah sendiri dan untuk teman-teman atlet muslim lainnya kalau bisa harus mempertahankan hijabnya," terang atlet perempuan asal Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam itu.

Baca Juga

AFP/Andreas Solaro

'Pecco' Bagnaia Rebut Pole Position MotoGP Emilia-Romagna

👤Widhoroso 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 20:22 WIB
PEMBALAP tim Ducati Francesco Bagnaia kembali menunjukkan kehebatannya di ajang...
AFP

Penjualan Tiket WSBK Mandalika Telah Dibuka

👤Widhoroso 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 19:50 WIB
TIKET ajang World Superbike (WSBK) di Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat, hari ini resmi dijual. Penjualan dibuka serentak...
AFP

Praveen/Melati Gagal Tembus Final Denmark Terbuka 2021

👤Widhoroso 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 18:41 WIB
USAHA keras ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti meraih tiket ke final turnamen bulutangkis Denmark Terbuka...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Amendemen Konstitusi antara Ambisi Elite dan Aspirasi Rakyat

Persepsi publik mengenai cara kerja presiden lebih mengharapkan pemenuhan janji-janji politik saat kampanye ketimbang bekerja berdasarkan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya