Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi meminta para pakar keilmuan memberi masukan untuk bisa menyempurnakan sistem keolahragaan nasional (SKN). Masukan yang diminta ialah soal bagaimana agar seleksi atlet tidak lagi berdasarkan faktor like and dislike.
“Saya bicara itu bukan berarti semua induk cabang olahraga memilih atletnya dengan cara demikian. Tapi, memang ada beberapa. Saya berharap sudah lah, tinggalkan model lama. Jangan pakai faktor kedekatan,” kata Imam dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (4/10).
Imam menambahkan, Indonesia memiliki banyak orang hebat yang bisa menangani atlet secara keilmuan dan profesional. “Sport science, ilmu kedokteran, dan arsitektur tempat latihan harus dibuat agar ramah kepada atlet. Kita punya dokter, arsitek, dan profesor untuk bidang-bidang itu,” sambung Imam.
Jika SKN telah mengatur hal-hal tersebut, bisa dipastikan atlet yang diterjunkan ke sebuah kompetisi merupakan orang yang siap tempur. Apalagi sebentar lagi akan ada Asian Para Games 2018 dan para atlet yang ikut harus melalui tahapan klasifikasi untuk mengetahui nomor pertandingan mana yang bisa diikuti.
“Ketika masuk tahapan klasifikasi disabilitas, kita sudah punya data soal itu. Tapi, jika klasifikator internasional punya data yang berbeda, bisa berubah target perolehan medali kita. Maka dari itu, sebaiknya kita punya kebijakan yang mengharuskan atlet lewati semua tahapan, supaya jika ada klasifikasi tidak ada persoalan lagi,” ujar Imam.
Lebih lanjut, Imam mengatakan dengan bantuan semua pihak yang memberikan rekomendasi penyempurnaan SKN, ia berharap Indonesia benar-benar bisa menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 seperti yang diwacanakan oleh Presiden Jokowi. “Mohon rancangan regulasi bisa mengikat kita semua,” pungkas Menpora. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved