Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Tim Hoki Siap Menangi Kompetisi Asia Tenggara

Budi Ernanto
07/9/2018 20:55
Tim Hoki Siap Menangi Kompetisi Asia Tenggara
(INASGOC/Indrianto Eko Suwarso)

WALAU tidak meraih hasil maksimal di Asian Games 2018, tim nasional hoki Indonesia sudah mengambil banyak pelajaran dari ajang empat tahunan itu. Baik tim putra maupun putri ingin terus meningkatkan kualitas dan berharap bisa segera berlatih lagi guna mempersiapkan diri untuk mengikuti SEA Games 2019 di Manila, Filipina.

Tim hoki putra di Asia Games tahun ini harus puas dengan finis di urutan ke-10 dari 12 peserta. Padahal, target yang dipasang ialah urutan delapan besar.

Menurut asisten pelatih tim hoki Indonesia Olmufat, anak asuhnya di Asian Games terkendala jam terbang. Sebaliknya, lawan-lawan yang dihadapi sudah rutin mengikuti kompetisi internasional.

"Dengan teknik, strategi, mental, dan kondisi fisik seperti kemarin, kami sebenarnya belum bisa berkompetisi di Asian Games. Apalagi melawan negara-negara yang peringkatnya sudah 20 besar dunia. Tapi, tetap ada perkembangan yang bagus berkat latihan di Tiongkok dan Malaysia," kata Olmufat kepada Media Indonesia, Jumat (7/9).

Ke depannya, Olmufat masih menunggu keputusan pengurus induk cabang olahraga hoki Indonesia terkait program latihan. Diharapkan ada kelanjutan dari program latihan yang sudah dijalankan agar bisa menuai hasil terbaik di Manila.

"Kalau di Asia Tenggara, kami sudah bisa tangani beberapa negara seperti, Thailand, Singapura, dan Myanmar. Tapi, kalau Malaysia, masih sulit," terangnya.

Untuk tim putri, didapat hasil yang tidak mengecewakan, yakni menempati urutan ketujuh dari 12 peserta di akhir Asian Games. Pelatih tim hoki putri Indonesia Yanuar Pribadui mengatakan itu merupakan hasil yang tidak terduga mengingat dari prediksi federasi hoki Asia, perjalanan tim putri Indonesia akan berakhir sebagai urutan ke-10 atau yang paling akhir.

"Sebenarnya kalau saya inginnya bisa enam besar. Tapi, performa tim sedang turun karena mereka main tanpa jeda, jadwal kurang menguntungkan kami. Tim lain ada waktu istirahat setidaknya sehari. Hasil di Asian Games saya lihat berkat kegigihan karena anak-anak sudah berani untuk hadapi lawan kelas dunia," kata Yanuar.

Sama seperti Olmufat, Yanuar juga menginginkan adanya pelatnas jangka panjang untuk menuju ke Manila. Sejauh ini, dia nilai program latihan yang dibuat pemerintah dan cabor sudah baik.

"Untuk di SEA Games, setahu saya yang dipertandingkan, ialah hoki indoor. Indonesia punya rekor bagus di sana karena di SEA Games tahun lalu, ada dua perak dari tim putra dan putri," pungkas Yanuar. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya