Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Indonesia Layak Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032

Nurul Fadillah
02/9/2018 21:45
Indonesia Layak Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032
(ANTARA)

KESUKSESAN penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang mendapat apresiasi dari banyak pihak, tidak terkecuali Komite Olimpiade Internasional (IOC). Presiden IOC Thomas Bach mengatakan kesuksesan ini dapat menjadi modal bagi Indonesia untuk mengajukan diri sebagai kandidat tuan rumah Olimpiade 2032.

Saat mengunjungi Media Press Centre (MPC) Asian Games 2018, Minggu (2/9) siang, Bach mengatakan, Indonesia memiliki fondasi yang kuat sebagai kandidat tuan rumah Olimpiade 2032.

"Pelaksanaan Asian Games yang sukses membuka peluang Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Sukses Asian Games membuktikan Indonesia sebagai negara besar juga bisa melakukan sesuatu yang besar, unsur ini menentukan peluang Indonesia menggelar Olimpiade 2032," ujar Bach.

"Saya rasa Indonesia patut bangga karena sukses menggelar Asian Games 2018. Sukses dan mendapat respek. Kami melihat performa bagus dari Indonesia. Bagi saya, hal terpenting adalah melihat betapa bersahabatnya Indonesia sebagai tuan rumah," tandasnya.

Penyelenggaraan Asian Games ke-18 2018 resmi ditutup pada Minggu (2/9). Bertempat di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, upacara penutupan Asian Games 2018 berlangsung meriah meski di tengah guyuran hujan.

Sebanyak 55 ribu penonton yang hadir memenuhi Stadion Utama GBK, menunjukkan antusiasme mereka. Penonton yang berada paling depan, dekat dengan panggung bahkan rela kebasahan akibat terkena air hujan yang mengguyur sejak pukul 16.30 WIB hingga pukul 19.30 WIB.

Upacara penutupan Asian Games 2018 resmi dimulai pukul 19.00. Penampilan marching band gabungan dari Akademi Kepolisian dan Akademi Militer membuka rangkaian acara disusul dengan parade atlet, offisial dan relawan yang masuk ke dalam arena untuk menyaksikan langsung penampilan para pengisi acara dari depan panggung.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meminta maaf karena tidak bisa hadir di Penutupan Asian Games 2018 yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Minggu (2/9). Orang nomor satu Indonesia tersebut tengah mengunjungi korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Alhasil, Jokowi pun hanya menyampaikan pesan yang ditampilkan melalui layar di Stadion GBK. "Saya memohon maaf karena tidak bisa hadir langsung. Kami di sini merasakan semangat di Gelora Bung Karno, semangat kebersamaan, semangat untuk bangkit kembali," ujar Jokowi.

"Asian Games memang berakhir di sini tetapi semangat Asia, energy of Asia tentu tak akan pernah padam. Inilah energi dari Asia yang sesungguhnya di mana kita bersatu dan menunjukkannya kepada dunia," lanjut Jokowi.

Presiden Dewan Olimpiade Asia Syeikh Ahmad Al-Fahad Al-Sabah menutup langsung gelaran Asian Games ke-18 kali ini. Syeikh Ahmad sekaligus mengundang para pemuda Asia untuk kembali bersaing di Asian Games ke-19 2022, di Hangzhou, Tiongkok.

"Asian Games ke-18 2018 di Indonesia berlangsung dengan sukses, saya mengucapkan selamat kepada pemerintah dan masyarakat di Jakarta dan Palembang, saya nyatakan Asian Games ke-18 2018 resmi ditutup. Dan sesuai dengan tradisi, para pemuda dari Asia dipersilahkan bertemu kembali di Hangzhou dalam penyelenggaraan Asian Games ke-19, sampai jumpa lagi dan Indonesia, kami mencintai kalian," tandasnya.

Upacara penutupan juga diisi dengan salah satu momen sakral, yakni penyerahan warisan Asian Games dari Indonesia ke tangan Pemerintah Hangzhou. Warisan pertama berupa obor, dikembalikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada Presiden OCA Syeikh Ahmad untuk diteruskan kepada Ketua Olimpiade Tiongkok Gou Zhongwen.

Warisan selanjutnya adalah bendera pertama Asian Games dan bendera OCA yang diserahkan oleh Gubernur Sumatra Selatan Alex Noerdin serta Wakil Ketua Dewan Pengarah Inasgoc Puan Maharani kepada Syeikh Ahmad. Kemudian, diteruskan kepada dua delegasi Tiongkok, yakni Wali Kota Hangzhou, Xu Liyi dan Ketua Olimpiade Tiongkok untuk dijaga hingga penyelenggaraan Asian Games selanjutnya.

Minta Maaf
Ketua Dewan Pengarah Inasgoc Muhammad Jusuf Kalla menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan yang terjadi selama perhelatan Asian Games 2018. Kekurangan yang dimaksud di antaranya adalah masalah penjualan tiket yang sempat menganggu kelancaraan penyelenggaraan Asian Games.

"Atas nama Inasgoc, mohon maaf bila ada hal-hal yang kurang seperti masalah tiketing karena memang animo masyarakat begitu besar. Tapi, saya percaya, gelaran Asian Games juga akan memberikan kepercayaan lebih untuk Indonesia menggelar event olahraga yang lebih besar," pungkas Wakil Presiden Republik Indonesia tersebut. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya