Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
KONTINGEN panahan Indonesia gagal menyumbang emas di multiajang Asian Games 2018. Tim Merah Putih harus puas meraih 2 medali, yakni perak dan perunggu meleset, dari target 1 emas yang dibebankan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Semula Pengurus Pusat Persatuan Panahan Indonesia (PP Perpani) menyanggupi mandat dari Kemenpora untuk menorehkan emas di multiajang terbesar di Asia tersebut. Nomor beregu campuran yang mengandalkan pasangan Deananda Choirunisa dan Riau Ega Agata dianggap mampu mewujudkan ambisi tersebut.
Sayangnya, harapan tidak sesuai kenyataan. Beregu campuran gagal menyumbang prestasi setelah kandas di babak pertama akibat dikalahkan Korea Utara dengan skor 3-5.
Dalam menanggapi kegagalan timnas panahan, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengaku tetap bersyukur dengan pencapaian para atlet. Menteri asal Bangkalan Madura itu mengapresiasi upaya dan kerja keras para atlet.
"Yang pasti secara kuantitas ini menambah perolehan medali kita. perak tambah satu lagi perunggu tambah satu lagi dan tentu dia (para atlet panahan) mungkin dia kecewa karena belum bisa memberikan emas untuk indonesia," ujar Imam setelah dijumpai media seusai menyaksikan pertandingan di Lapangan Panahan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (28/8).
Deananda sempat membuka harapan Indonesia dengan melangkah ke final nomor recurve perorangan putri. Namun, di partai krusial melawan Xinyan Zhang (Tiongkok) yang berlangsung, Selasa (28/8) pagi, Deananda harus menyerah dengan skor 3-7 dan meraih perak.
Begitu pula dengan Riau yang melakoni partai perebutan perunggu melawan Ilfat Abdullin asal Kazakstan di hari yang sama. Beruntung Riau masih bisa menyumbangkan perunggu berkat kemenangan 6-2 atas Ilfat.
Meskipun gagal mencapai emas, pencapaian Indonesia kali ini terbilang lebih baik jika dibandingkan dengan edisi-edisi sebelumnya. Sejak meraih perunggu di tim recurve putra pada Asian Games Bangkok 1978, panahan sempat mengalami peningkatan dengan meraih masing-masing satu keping perak di Asian Games 1982 New Delhi melalui tim recurve putra dan Asian Games 1994 Hiroshima melalui tim recurve putri.
Kali ini, untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia meraih dua medali. Meski demikian, pencapaian tersebut tetap meleset jauh dari target emas.
Imam pun menambahkan, kini saatnya PP Perpani berbenah dan menatap target lebih tinggi, yakni Olimpiade Tokyo 2020.
"Tapi satu harapan disampaikan oleh Bapak Presiden tadi kepada keduanya jangan menyerah, masih ada masa depan, masih ada harapan di Olimpiade 2020 menunggu kita. Asal kita berusaha dan berjuang tidak ada sesuatu yang tidak mungkin, nah sekarang belum berhasil tapi insya Allah yang akan datang kita akan berhasil untuk di panahan," lanjutnya.
PP Perpani sejatinya menyadari masih banyak kekurangan pada program latihan atlet. Sekjen Perpani Alman Hudri mengatakan, timnya masih kurang jam terbang ketimbang atlet Asia lain, seperti Korea Selatan, Tiongkok, India, dan Jepang yang sudah bisa bersaing di tingkat internasional.
"Karena itu, ke depannya kami akan banyak memberangkatkan atlet untuk uji coba dan juga pelatihan. Mereka akan berangkat ke Amerika dan Belanda untuk menjalani kamp pelatihan di sana, cuma untuk waktunya masih harus kami rundingkan dan programkan lagi, yang jelas target kami ke depannya adalah SEA Games 2019 dan lolos Olimpiade Tokyo 2020," tandasnya.
Gagal meraih emas di Asian Games tidak lantas menyurutkan semangat Riau Ega Agata. Atlet andalam Indonesia tersebut tetap optimistis dapan tampil lebih baik di multiajang selanjutnya.
Emas SEA Games 2019 dan Olimpiade 2020 tersebut menjadi bidikan peraih emas SEA Games Kuala Lumpur 2017 ini. "Ke depannya saya akan terus berusaha memberikan yang terbaik. Insya Allah emas di SEA Games 2019 dan Olimpiade 2020 menjadi incaran saya," pungkasnya. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved