Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
KONTINGEN dayung Indonesia berhasil menambah pundi-pundi medali di multiajang Asian Games 2018. Pada hari keenam pertandingan, tim dayung sudah memborong 1 emas, 2 perak, dan 2 perunggu.
Setelah di hari kelima, dayung memperoleh satu perak dari kelas ringan empat putra dan satu perunggu dari ganda putri. Hari ini, tim dayung mempersembahkan prestasi lebih tinggi, yakni 1 emas, 1 perak dan 1 perunggu. Emas ke-9 Indonesia itu dipersembahkan oleh kelas ringan delapan putra.
Tim Indonesia yang berkekuatan delapan atlet, di antaranya Tanzil Hadid, Muhad Yakin, Rio Rizki Darmawan, Jefri Ardianto, Ali Buton, Ferdiansyah, Ihram, Ardi Isadi, dan Ujang Hasbulloh tersebut berhasil mencatat waktu 6 menit 08,88 detik. Mereka unggul dari Uzbekistan yang meraih perak dengan waktu 6 menit 12.46 detik, di susul Hong Kong yang meraih perunggu dalam waktu 6 menit 14.46 detik.
Tanzil mengatakan sejak awal dirinya dan seluruh tim memang optimis akan mencapai juara. Pasalnya, mereka sudah menjalani persiapan yang matang selama tiga bulan terakhir.
"Emas ini saya persembahkan untuk masyarakat Indonesia, kedua orang tua saya dan semua pihak yang mendukung saya sepenuhnya, tidak sia-sia kita training camp selama 3 bulan di Belanda. Dalam hati kita masih percaya soalnya kita sudah persiapkan lama sekali. Sebelumnya juga kita sudah banyak melakukan uji coba di Australia, Belanda, dan akhirnya kita bisa mendapat hasil yang maksimal," papar Tanzil seusai bertanding di Danau Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatra Selatan, Jumat (24/8).
Selain kelas ringan delapan putra, Indonesia juga menambah medali perak dari kelas empat putra. Memo dan kawan-kawan hanya finis di posisi dua dalam waktu 6 menit 60.58 detik, sedangkan emas direbut India yang finis pertama dalam waktu 6 menit 17.13 detik.
Di kelas empat putri, satu perunggu juga kembali dipersembahkan kontingen dayung. Julianti dan Yayah Rokayah yang sebelumnya menyumbangkan 1 perunggu dari kelas ganda putri, kali ini membantu Chelsea Corputty dan Wa Ode Fitri Rahmanjadi meraih perunggu bagi Indonesia.
"Hasil ini sangat memuaskan karena di disiplin dayung sebetulnya target kita hanya 1 emas, tetapi ternyata kita bisa mendapatkan yang lebih, yaitu 1 emas, 2 perak, dan 2 perunggu. Di kelas ringan delapan putra, kita sebetulnya terpaut tipis dengan Uzbekistan, tetapi anak-anak bisa tampil konsisten dan lebih termotivasi," ujar Agus Budi, pelatih dayung Indonesia.
Kualifikasi olimpiade
Prestasi yang diraih tim dayung di Asian Games 2018 menjadi modal positif untuk bersaing memperebutkan tiket lolos kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020. Untuk mendapatkannya mereka harus mampu bersaing dalam Kejuaraan Dunia Dayung 2019 yang berlangsung di Ottensheim, Austria.
Manajer Dayung Indonesia Budiman Setiawan mengatakan, pihaknya akan mulai memikirkan target lolos kualifikasi Olimpiade dan Asian Games 2022 pada bulan depan.
"Kami selanjutnya ingin beristirahat dulu satu bulan baru memikirkan progres Asian Games 2022. Tentu ada nomor-nomor yang kita persiapkan dan kita prioritaskan tetapi yang harus kita pikirkan dulu adalah lolos kualifikasi karena untuk lolos kualifikasi itu pasti sulit, ya kita lihat nanti saja ke depannya seperti apa, yang pasti akan ada perubahan komposisi atlet," pungkasnya. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved