Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Angkat Besi Masih Meraba Kekuatan Lawan

Nurul Fadillah
14/8/2018 20:35
Angkat Besi Masih Meraba Kekuatan Lawan
(Antara)

MESKI Tiongkok dipastikan tidak hadir di ajang Asian Games 2018, bukan berarti perjuangan atlet angkat besi Indonesia akan berjalan mulus. Masih banyak pesaing terkuat dari berbagai negara yang siap menjegal para atlet Tanah Air.

Pertandingan angkat besi Asian Games 2018 mulai berlangsung pada 20-27 Agustus mendatang. Namun, hingga saat ini kontingen angkat besi Indonesia masih meraba-raba peta kekuatan lawan.

Atlet angkat besi Indonesia, Eko Yuli Irawan mengatakan di nomor spesialisnya yaitu 62 kg, belum diketahui perkembangan peta kekuatan lawan.

"Sebetulnya, kita sama-sama buta kekuatan satu sama lain. Tim lawan tidak mengetahui kekuatan kita dan kita juga enggak mengetahui kekuatan mereka. Tahun ini kita enggak ikut turnamen internasional untuk menyembunyikan perkembangan latihan kita, tetapi begitu pun mereka, sekali pun mereka ikut turnamen yang turun itu lapis 2, yang lapis utamanya disembunyikan," ujar Eko ketika dijumpai di sela-sela acara Peresmian Rumah Indonesia, Jakarta, Senin (13/8) malam.

Peraih perak Olimpiade Rio 2016 tersebut menambahkan, untuk antisipasi lawan, ia dan pelatih akan mempersiapkan strategi terbaik. Kekuatan lawan baru akan terlihat ketika hasil angkatan pertama terlihat pada saat sebelum pertandingan.

"Jadi sebelum pertandingan pasti kan ada angkatan pertama dulu, nah dari situ pelatih akan menerka-nerka berapa rata-rata kenaikkan angkatan para lifter pesaing. Setelah itu, mereka akan menentukan strategi dan angkatan yang harus kita capai untuk mengamankan medali," tandasnya.

Eko mengatakan persaingan di nomor 62 kg sejatinya menjadi lebih mudah dengan absennya Tiongkok di turnamen. Mereka tidak diperbolehkan ikut Asian Games karena masih menjalani hukuman doping selama satu tahun yang akan berakhir pada Oktober mendatang.

Menurut Eko, tanpa Tiongkok, peluang atlet untuk menang 50-50. "Kalau tidak ada Tiongkok kita bisa berjuang untuk emas, kalau medali sih insya Allah, kalau hasil latihan nanti tercapai di sana. Kan enggak mungkin Tiongkok enggak turun dan kita otomatis emas. Tapi, kalau enggak ada Tiongkok peluang itu menjadi setengah-setengah, baik kita maupun lawan-lawan terkuat seperti Vietnam dan Jepang," cetusnya. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya