Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM pencari bakat menemukan sejumlah pemain berkualitas yang memiliki peluang untuk mendapatkan super tiket final audisi umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018. Itu diperoleh saat mengamati tahapan turnamen di GOR RM Said Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (5/8).
Pada hari kedua merupakan tahapan turnamen tersebut, 265 pemain muda dari enam kategori, yakni U-11 Putra, U-11 Putri, U-13 Putra, U-13 Putri, U-15 Putra, dan U-15 Putri bermain dengan sistem gugur. Pada akhirnya tersisa 72 peserta yang akan berebut super tiket pada hari terakhir yang digelar Senin (6/8).
Sejumlah legenda bulutangkis Indonesia yang terlibat sebagai tim pencari bakat antara lain Fung Permadi, Basri Yusuf, Yuni Kartika, Sigit Budiarto, Alvent Yulianto, Tri Kusharjanto, dan Sulaiman, terlihat serius memantau para pemain pemula.
Yuni Kartika kepada wartawan menyatakan, dari hasil pantauan di beberapa kategori, terlihat muncul bibit muda berkualitas yang memiliki peluang Super Tiket. Mereka yang berhak mengikuti Final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 itu akan berkompetisi di Kota Kudus pada 7-9 September 2018.
"Dari lapangan, tadi saya melihat kualitas pemain yang bagus-bagus ada di usia-usia tertentu. Untuk di audisi umum di Karanganyar ini, khususnya U-13 Putra banyak yang bagus dan istimewa," ujar Yuni.
Begitu halnya di sektor putri, ia juga melihat permainan yang cukup apik nan menarik disuguhkan sejumlah peserta U-11 dan U-13. "Khusus putri ini, tidak mudah untuk menjaring. Sebab bulutangkis terbilang olahraga keras, sehingga bagi putri fisik itu harus kuat," papar juara Piala Uber 1994 itu.
D isamping fisik yang kuat, lanjut Yuni, masih harus ditunjang dengan kemauan anak saat bermain, dan juga dukungan dari keluarga, terutama orang tua.
Sementara itu, Program Associate Bakti Olahraga Abraham Delta Oktaviari menganggap audisi umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 ini lebih bergairah ketimbang tahun lalu. Ia melihatnya dari antusiasme anak-anak yang mendaftar, jumlahnya tahun ini lebih banyak.
"Ini patut diapresiasi karena menandakan selain semangat anak, dukungan orang tua jelas semakin nyata, sehingga audisi tahun ini makin bergairah. Hal ini ditunjukkan dengan jumlah peserta di Cirebon dan Solo yang melonjak banyak bila dibandingkan dengan tahun lalu," tutur Abraham.
Dia mengungkapkan jumlah 871 peserta di Karanganyar merupakan angka tertinggi kedua selama gelaran audisi umum 2018 setelah Cirebon.
"Pencapaian ini sangat luar biasa, jauh melampaui angka audisi umum setahun sebelumnya yang lebih dari 600 peserta. Artinya, api semangat bulutangkis ini semakin meningkat," tandas Abraham.
Pada saat sama, imbuh Abraham, program audisi umum ini sudah melekat dengan para pelatih maupun orang tua dan ditunggu-tunggu oleh pebulutangkis-pebulutangkis muda. Situasi ini diharapan akan mendorong proses regenerasi yang semakin baik.
Begitu selesai di Karanganyar, PB Djarum akan bergerak cepat melanjutkan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis Kota Kudus. Di tahap final ini mereka akan kembali berkompetisi dengan para atlet dari kota-kota lainnya sebelum akhirnya diumumkan pemain-pemain yang resmi diterima menjadi atlet PB Djarum. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved