Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Lima Wakil Indonesia Mulai Kiprah di Kejuaraan Dunia

Antara
30/7/2018 10:51
Lima Wakil Indonesia Mulai Kiprah di Kejuaraan Dunia
Manager Tim Kejuaraan Dunia/Kabid Binpres PBSI Susi Susanti (ketiga kiri), Sekjen PBSI Ahmad Budiarto (kelima kiri), foto bersama pebulutangkis jelang Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis atau BWF World Championship 2018 di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, K(MI/Nurul Fadillah )

ATLET-ATLET bulu tangkis Indonesia akan memulai pertarungan mereka dalam Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2018 yang berlangsung di Nanjing, Tiongkok, Senin (30/7).

Seperti dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Senin (30/7), lima wakil Merah-Putih itu akan turun pada nomor tunggal putri, ganda putra, dan ganda campuran.

Pada nomor tunggal putri, Fitriani akan menghadapi atlet Bulgaria Linda Zetchiri. Sedangkan Gregoria Mariska Tunjung akan melawan pemain Skotlandia Kristy Gilmour.

Pasangan Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso akan menjadi wakil pertama pada nomor ganda putra menantang pasangan Thailand Kittinupong Kedren/Dechapol Puavaranukroh.

Sementara pada nomor ganda campuran, Yantoni Edy Saputra/Marcheilla Gischa Islami akan menghadapi ganda Prancis Thom Gicquel/Delphine Delrue. Kemudian, pasangan Ronald Alexander/Annisa Saufika akan melawan pasangan lain Prancis Bastian Kersaudy/Lea Palermo.

"Kami ingin fokus pada pertandingan pertama. Kami menghadapi pemain Eropa yang lebih memilih bola-bola belakang dan jarang bertarung di depan net. Permainan itu berbeda dengan tipe pemain-pemain Asia," kata Gischa seperti tercantum dalam situs resmi PP Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Gischa mengatakan permainan depan net dan kecepatan serangan menjadi andalannya bersama Yantoni ketika menghadapi ganda Prancis.

"Kami tidak ingin terpancing pola permainan lawan," ujarnya.

Indonesia menurunkan 29 pemain dalam Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2018 yang berlangsung mulai Senin (30/7) hingga Minggu (5/8) itu.

Sebagian besar atlet Tanah Air itu merupakan atlet generasi muda yang baru pertama kali tampil di kejuaraan dunia.

"Mereka punya potensi untuk berkembang sehingga perlu difasilitasi untuk mengikuti turnamen yang lebih berat. Kami tidak ingin memberikan beban kepada pemain-pemain muda. Kami ingin mereka merasakan atmosfer pertandingan yang lebih tinggi," kata Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya