Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
BERITA duka hadir di pentas sepak bola Indonesia. Pemain legendaris Zulkarnain Lubis tutup usia pada Jumat (11/5) pukul 07.45 WIB di Pali, Sumatra Selatan akibat serangan jantung.
Mantan bintang tim nasional Indonesia era 1980-an tersebut meninggal dunia di usianya yang menginjak 59 tahun. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menyampaikan duka cita yang mendalam terhadap kepergian pemain yang terkenal sebagai 'Maradona dari Indonesia' itu.
"Ya tentu masyarakat bola Indonesia berduka cita, Zulkarnain adalah pemain tim nasional yang betul-betul legendaris. Saya mengikuti bagaimana almarhum ketika itu. Semoga arwahnya tenang di sisi Allah SWT dan mendapatkan kemuliaan," ujar Imam saat dijumpai di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Senayan, Jakarta, Jumat (11/5).
Zulkarnain memulai karier sepak bolanya bersama klub yang berasal dari tanah kelahirannya, Binjai, Sumatra Utara, yakni di PSKB Binjai. Bersama PSKB Binjai, Zulkarnain melalui masa-masa junior era 1970-1976 hingga senior 1976-1978.
Setelah itu, Zulkarnain beberapa kali pindah klub, yaitu di Mercu Buana (1980-1983), Yanita UTama (1983-1985), Kramayudha Tiga Berlian (1985-1989), dan Petrokimia Putra (1989-1009). Bersama Tiga Berlian, Zulkarnain mencapai prestasi terbaik yakni menduduki peringkat tiga di Liga Champions ASia pada musim 1985-1986.
Postur tubuh yang mungil dan gaya sepak bola yang mirip dengan legenda sepak bola Argentina, Maradona, membuat Zulkarnain mendapat julukan 'Maradona dari Indonesia'.
Nama Zulkarnain juga semakin dikenal saat memasuki jajaran tim elit nasional pada 1982-1987. Bahkan, Zulkarnain turut serta dalam Asian Games 1986 di Seoul, Korea Selatan dan berhasil melaju ke semifinal yang merupakan salah satu pencapaian terbaik skuat Garuda hingga saat ini.
Menpora Imam pun berharap semangat Zulkarnain kala membela timnas dapat ditiru oleh para penerusnya. "Dan tentu semangatnya yang telah membawa nama baik Indonesia itu ditiru oleh para pesepak bola yang lain. Kita kehilangan, semoga arwahnya tenang di sisi Allah SWT dan kelarganya tabah melepas kepergiannya," pungkas Imam. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved