Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
MATA Noldi Watulangkaow berurai air mata ketika mengetahui bahwa putranya, Aldi Marchelino Watulangkow, dinyatakan lolos ke Kudus, Jawa Tengah untuk mengikuti lanjutan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018. Bocah berusia 12 tahun yang masuk kategori U-13 di audisi itu dapat terbang ke Kudus walau dia kalah di babak perempat final pada Senin (7/5) di Manado, Sulawesi Utara.
Namun, Tim Pencari Bakat PB Djarum menilai Aldi memiliki potensi dan memberikannya Super Tiket. "Kemampuan dia (Aldi) pasti bakal meningkat," ujar Noldi mantap. Keyakinan Noldi begitu tinggi karena anaknya memang punya semangat yang luar biasa bahkan walau pernah kalah. Audisi tahun ini adalah yang kedua kalinya untuk Aldi karena tahun lalu dia juga kalah di perempat final.
Menurut sang ayah, Aldi kalah karena memang belum berpengalaman. Dia memegang raket bulu tangkis setahun terakhir. Sebelumnya, Aldi seperti Noldi, bermain biliar. "Awalnya Aldi minta dibelikan raket bulu tangkis. Saya penuhi, tapi untuk urusan cari pelatih dan ikut klub, saya sarankan agar dia coba main sama teman-temannya. Saya tidak mau Aldi hanya sekadar ingin," kenang Noldi.
Rupanya, Aldi tidak main-main dengan yang dia mau. Ayahnya pun mengabulkan permohonan Aldi dan kemudian memasukkannya ke PB Bhayangkara, klub bulu tangkis di Manado. Hanya dalam waktu empat bulan, Aldi bisa mengungguli senior-seniornya. "Saya bilang ke pelatih supaya Aldi jangan diikutkan turnamen apapun. Tapi, rupanya dia berkembang dengan cepat," imbuh Noldi.
Aldi pada tahun lalu dua kali berhasil menjadi juara tiga di turnamen lokal dan itu dianggap sudah memuaskan meski terbilang masih junior. Noldi pun akhirnya merasa uang Rp5 juta yang dikeluarkan setiap bulan untuk anaknya, tidak lah sia-sia. Uang itu untuk ongkos ojek pergi pulang dari Desa Wasian (Minahasa Utara) ke lokasi latihan di Manado, biaya guru privat bulu tangkis, dan juga biaya belajar di klub.
Lolos ke Kudus, Aldi berujar bahwa dirinya tidak akan pernah putus asa jika di audisi tahun ini kembali kalah. Dia akan mencoba di audisi tahun depan karena benar-benar ingin menjadi pebulu tangkis hebat seperti Lin Dan, pemain tunggal putra asal Tiongkok. Sebenarnya tidak perlu ditanya mengapa Dan yang diidolakan oleh Aldi karena mereka berdua memiliki ciri khas yang serupa, yakni sama-sama memegang raket dengan tangan kiri.
"Saya juga suka Lee Chong Wei (pemain tunggal putra Malaysia). Memang saya ingin jadi pemain tunggal seperti Chong Wei atau Dan," kata Aldi yang juga menangis bahagia karena dirinya bakal pergi ke Kudus pada September mendatang. "Saya yang penting semangat. Tidak mau setengah-setengah main bulu tangkis," tegasnya. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved