Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
Tim nasional basket nomor 5x5 berencana menjalani kamp pelatihan di Amerika Serikat sebagai bagian dari persiapan menuju Asian Games 2018. Sebanyak 14 pemain akan diberangkatkan ke negeri Paman Sam pada Juni mendatang selepas melakoni laga uji coba di Kejuaraan Bola Basket Antar Klub se-Asia Tenggara 2018 di Thailand pada 8-10 Mei mendatang.
Ajang tersebut akan menjadi laga uji coba pertama timnas usai berkumpul pasca kompetisi berakhir. Dalam turnamen antar klub itu, timnas Indonesia akan menggunakan Pelita Jaya Basketball sebagai pemenang Liga Basket Indonesia pada musim lalu.
"Tapi yang di SEABA itu hanya 10 pemain saja yang turun plus dua pemain asing dan akan kami tentukan dalam dua hari ini. Setelah SEABA di Thailand adalah SEABA antar negara pada Juni nanti, sesudah lebaran, dan sebelum ke SEABA antar negara kita akan lebih dulu menjalani kamp pelatihan di Amerika Serikat," ujar Fictor Gideon Roring, Pelatih timnas basket ketika dijumpai media di sela-sela latihan di Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brojonegoro, Jakarta, Selasa (1/5) pagi.
Pada pelatnas yang dimulai sejak Kamis pekan lalu, Pelatih yang karib disapa Ito tersebut memanggil 14 pemain. Namun, pada prosesnya ada dua pemain yang masih absen latihan, yakni Moh Saroni dan Jamarr Andre Johnson.
Saroni mengalami sakit mata, sedangkan Jammar pulang ke Amerika dan kembali ke tanah air hari ini. Jamarr baru akan bergabung bersama tim Merah Putih pada Rabu (2/5), sedangkan Saroni belum dapat dipastikan kapan bisa bergabung dengan timnas.
Selain itu, untuk membantu tim, Fictor kembali menambah satu pemain, yakni Muhammad Dhiya Ulhaq. Kehadiran Big Man yang akrab disapa Yaya tersebut untuk membantu kekosongan tim akibat absennya Adhi Pratama dan Firman Nugroho yang dalam kondisi tak prima.
Sementara itu, menjelang Asian Games, Ito mengatakan banyak hal yang harus dibenahi oleh timnya. Namun, Ito mengaku tak kesulitan memimpin timnas karena antusiasme yang dimiliki para pemain.
"Memang pekerjaan rumah kami saat ini adalah memantain terus kondisi fisik mereka yang memang lagi bagus saat ini , karena setelah IBL sehingga masih ada sisa-sisa juara. Yang buat saya senang, kalau saya lihat dari kemarin, ,aura mereka luar biasa, antusiasnya besar sekali sehingga mereka bisa melahap semua menu latihan tanpa komplain," tandas Ito.
Terkait SEABA antar klub, Ito mengaku ingin meraih hasil yang maksimal. Gelar juara menjadi incaran timnas berbalut seragam Pelita Jaya Basketball tersebut.
"Lawan-lawan kami cukup berat, salah satunya adalah Mono Vampire yang juara ABL (Liga Basket Asia) kemarin. Tapi, kami semua siap dan wajib menang karena kami mendapat tambahan dua pemain asing," pungkasnya. Berkontribusi Maksimal
Sementara itu, ASian Games 2018 kali ini akan menjadi ajang pertama bagi Xaverius Prawiro. Pasca memutuskan kembali dari masa pensiunnya sebagai pebasket, Xaverius justru dipercaya memperkuat timnas basket Indonesia di Asian Games.
Shooting guard Pelita Jaya Basketball tersebut mengatakan ingin berkontribusi secara maksimal bagi tim.
"Jujur kita tahu level kita masih satu atau dua level di bawah tim-tim dari ASia. Jadi, realistis saja, yang pasti kita akan kasih yang terbaik, ekspektasi saya pribadi saya ingin berkontribusi di dalam tim, menyalurkan pengalaman dengan pemain lain dan kita ingin kasih yang terbaik bagi Indonesia," pungkasnya. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved