Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
WANHENG Menayothin tengah tersebut mengejar rekor Floyd Mayweather Jr yang memiliki catatan tanding 50-0 (27 KO). Saat ini, Menayothin telah mencatat 49 kemenangan beruntun dengan 17 KO sehingga hanya dibutuhkan satu kemenangan lagi untuk menyamai pencapai rekor Mayweather.
Ambisi tersebut dapat terwujud jika Menayothin mampu mengalahkan rival selanjutnya, dari Panama Leroy Estrada pada Rabu (2/5) sore. Saat bertarung di luar balai kota Nakhon Ratchasima, Thailand mendatang, tak hanya rekor Mayweather Jr yang dipertaruhkan, tetapi juga mahkota juara kelas berat minimum WBC miliknya.
Pertempuran ini tentu berbanding jauh dengan laga Mayweather Jr melawan bintang MMA Conor McGregor, yang menghasilkan pemasukan sekitar USD100 juta buat The Money. Duel Menayothin justru tidak mewah seperti halnya pertarungan Mayweather di Las Vegas.
Dengan berat 1.57 meter dan berat hanya 46.7 kg, Menayothin jelas lebih pendek dan lebih kurus dibandingkan Mayweather. Hal inilah yang mendasari Menayothin mendapat julukan sebagai Raksasa Kerdil.
Meskipun bertubuh kecil, pukulan Menayothin sangat kuat hingga mampu menaklukkan lawna-lawannya.
Sebelumnya, Menayothin terbukti mampu mengejar rekor Rocky Marciano saat membukukan 49 kemenangan beruntun atas petinju Jepang, Tatsuya Fukuhara pada Desember tahun lalu. Kemenangan tersebut sebagian besar ia raih dengan menaklukkan penantang-penantang dari Asia di kampung halamannya Thailand. Karena itu, tak mustahil Menayothin dapat kembali mewujudkan rekor Mayweather.
Petinju asal Thailand itu pun mengaku tak merasa tertekan dalam menghadapi lawannya kali ini.
"Saya tidak merasa tertekan, Anda menang dan Anda kalah, dan itulah sifat olahraga. Saya telah berlatih keras agar saya bisa menyamai Floyd (Mayweather Jr)," tandasnya.
Meski demikian, Menayothin dituntut untuk tetap waspada. Pasalnya, lawannya kali ini adalah petinju berusia 23 tahun yang jelas lebih muda dan lebih segar.
"Dia lebih muda dan lebih segar. Dia masih lapar untuk meraih gelar dan itulah yang membuatnya selalu berbahaya," ujar Carlos Costa, wartawan tinju yang meliput perkelahian tersebut. (straitstimes/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved