Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
LAGA semifinal antara Bayern Munchen dan Real Madrid juga menjadi duel strategi dua pelatih bertangan dingin dan berambisi tinggi, Jupp Heynckes dan Zinedine Zidane. Kedua pelatih sama-sama mengincar satu sasaran, yakni gelar Liga Champions hingga membuat intensitas pertandingan di lapangan antarkedua tim diprediksi sangat sengit.
Bagi Zidane gelar di Liga Champions akan menjadi satu-satunya persembahan terhadap Real Madrid setelah gelar La Liga masih jauh dari jangkauan dan gelar Copa del Rey sudah menjadi milik Barcelona. Zidane tentu tidak ingin prestasinya menurun drastis setelah musim sebelumnya berhasil membawa pulang dua gelar juara, di La Liga dan juga Liga Champions.
Bila dibandingkan dengan pesaingnya, Heynckes, karier kepelatihan Zidane masih seumur jagung. Ia mulai melatih Real Madrid Castilla pada 2014 sebelum menjadi pelatih kepala Los Blancos pada 2016.
Meski demikian, bukan berarti Zidane datang ke Allianz Arena pada Kamis (26/4) nanti tanpa modal. Zidane memiliki catatan cukup bagus dalam menghadapi klub Bavarians, baik saat menjadi pemain maupun pelatih.
Pelatih asal Prancis itu telah melawan FC Hollywood dalam sembilan kesempatan dan hanya kalah di dua pertandingan. Saat Zidane menjadi asisten pelatih Pep Guardiola, Real Madrid juga sukses mengalahkan Bayern Munchen 5-0 pada musim Liga Champions 2013-2014.
Begitu pula saat menukangi Los Blancos di Liga Champions musim lalu. Zidane sebagai pelatih kepala mampu membawa anak asuhnya menang agregat 6-3 dari Bayern Munchen di babak perempat final.
Meski demikian, Munchen kali ini lebih kuat ketimbang sebelumnya. Ketangguhan Munchen tidak terlepas dari peran tangan dingin pelatih berpengalaman mereka, Heynckes, yang juga tengah mengejar gelar Liga Champions terakhir di penghujung kariernya sebelum pensiun akhir musim nanti.
Sebelumnya, Heynckes kembali dipanggil untuk menggantikan Carlo Ancelotti pada Oktober tahun lalu, setelah sebelumnya sempat melatih Bavarians selama tiga periode, yakni 2011-2013, 2009, dan 1987-1991. Di bawah asuhan Heycnkes, Bavarians tampil cemerlang.
Mereka meraih gelar Bundesliga dan selangkah lagi memenangkan Piala Jerman musim ini. Padahal, di awal musim, Bavarians tampil buruk saat diasuh Ancelotti.
Pelatih berusia 72 tahun tersebut juga berpengalaman di Liga Champions. Heynckes berhasil membawa Die Bayern meraih gelar Liga Champions 2012-2013 lalu, setelah sebelumnya juga memenangkan gelar serupa pada 1997-1998 saat melatih Real Madrid.
Dalam duel kali ini, Cristiano Ronaldo akan kembali menjadi andalan Zidane sebagai juru gedor andalan. Namun, Zidane berharap timnya tidak selalu bergantung pada bintang Portugal tersebut.
"Kami bisa memikirkan akan ada pemain lain seperti Ronaldo yang bisa membuat perbedaan di Munich. Kami harus tetap fokus karena ini adalah semifinal Liga Champions dan kami ingin pertahankan gelar kami," tandasnya.
Adapun di kubu Heynckes, Robert Lewandowski diharapkan bisa menyaingi Ronaldo. Meskipun, Heynckes mengakui sulit untuk mengatasi permainan cepat dari bomber andalan El Real tersebut
"Saya harap dia bisa melakukannya karena dia pemain yang sangat penting bagi kami dalam pertandingan yang sulit. Meskipun saya akui, sidak ada yang bisa seambisius seperti Ronaldo," ujar Heynckes. (skysports/marca/A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved