Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
JUPP Heynckes tidak pernah menyangka dapat kembali mengumpulkan trofi Bundesliga di usianya yang menginjak 72 tahun. Heynckes sudah memutuskan pensiun dari dunia sepak bola saat dirinya mendapat undangan dari Bayern Munchen untuk menggantikan Carlo Ancelotti yang dipecat setelah gagal memimpin Die Bayern di awal musim.
Saat Heynckes memutuskan menerima tawaran klub pada 6 Oktober lalu, Die Bayern tengah tertinggal lima poin dari rivalnya, Borussia Dortmund. Namun siapa sangka, Heynckes justru mampu meningkatkan performa Bayern Munchen hingga akhirnya meraih gelar ke-28 di liga papan atas Jerman tersebut.
Die Bayern memastikan gelar keenam mereka secara beruntun setelah mengalahkan Augsburg FC dengan skor 4-1 pada Sabtu (7/4) malam lalu. Kemenangan ini menjadi yang ke-28 yang diraih Heynckes dan timnya dalam 31 pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Torehan tiga poin tersebut semakin membuat Die Bayern tidak terkejar dengan perolehan 72 poin dari 29 pertandingan. Meskipun masih memiliki lima pertandingan tersisa, Die Bayern sudah dipastikan meraih gelar juara karena jaraknya yang berselisih 20 poin dari Schalke 04 di posisi kedua tidak akan mungkin terkejar.
Ini merupakan gelar keempat yang dipersembahkan Heynckes untuk Die Bayern. Selama melatih dalam kurun waktu 39 tahun, Heynckes paling banyak menghabiskan waktunya bersama Bayern Munchen, yakni selama hampir 11 tahun pada 1987-1991, 2009, 2011-2013, dan 2017-2018.
Pada masa itu, Heynckes menyumbangkan empat gelar bagi Die Bayern pada era 1988-1989, 1989-1990, 2012-2013, dan 2017-2018. Gelar kali ini pun sekaligus menjadi markah positif bagi Heynckes sebagai satu-satunya orang yang telah memenangkan empat gelar sebagai seorang manajer dan empat gelar sebagai pemain di Bundesliga.
Sebagai pemain, Heynckes pernah meraihnya pada era 1970-1971, 1974, 1975-1976, 1976, dan 1977 kala menjadi penyerang Borussia Monchengladbach. Heynckes pun mengatakan, gelar di Bundesliga awalnya tidak menjadi tujuan utama saat dirinya mengambil alih Die Bayern.
"Pertama-tama, saya harus mengakui, saya tidak pernah membayangkan bahwa saya akan kembali, tetapi Bayern tidak bisa menemukan alternatif pelatih. Saya setuju kembali melatih karena saya telah mengalami banyak kesuksesan bersama Bayern dan saya berhutang karir saya di luar negeri bersama klub Spanyol untuk waktu saya di Bayern Munchen juga," ujar Heynckes.
"Saya sangat senang dengan gelar ini karena ketika kami mengambil alih kami tidak membuang-buang waktu memikirkan tentang Bundesliga. Saat itu, Bayern berada empat poin di belakang Borussia Dortmund yang bermain dengan sangat bagus," lanjutnya.
Selain berjaya di Jerman, Heyckes juga mencetak prestasi yang memukau bersama mantan timnya Real Madrid. Kala menukangi Los Blancos pada 1997-1998 pelatih berdarah Jerman tersebut sukses meraih trofi Liga Champions pada masa itu. (ESPN/A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved