Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA wakil Indonesia yang lolos ke final turnamen bulu tangkis Prancis Open 2017 sukses mengakhiri penampilan dengan kemenangan. Ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir merebut juara setelah mengalahkan masing-masing lawan di final.
Dalam laga puncak di Stade Pierre de Coubertin, Paris kemarin, Greysia/Apriyani menghentikan perlawanan wakil Korea Selatan, Lee So-hee/Shin Seung-chan. Greysia/Apriani menang dua gim langsung dengan 21-17, 21-15 dalam waktu 55 menit.
Kemenangan Greysia/Apriyani diikuti Tontowi/Liliyana yang tampil di partai kedua. Owi/Butet, panggilan Tontowi/Liliyana, secara luar biasa menundukkan unggulan utama asal Tiongkok Zheng Siwei/Chen Qingchen dua gim langsung dengan skor 22-20 21-15 dalam waktu 45 menit.
Greysia/Apriyani menjadi ganda putri pertama Indonesia yang mampu menjuarai ajang super series itu dalam 20 tahun terakhir. Indonesia terakhir kali merebut gelar ganda putri kejuaraan tersebut pada 1997 melalui pasangan Cynthia Tuwankotta/Etty Tantri.
Kala menghadapi pasangan Korea Selatan yang lebih diunggulkan, Greysia/Apriani tampil tanpa beban dan mampu mendominasi pertandingan. Di gim pertama, walau sempat mendapat tertinggal, Greysia/Apriani akhirnya mampu menuntaskan penampilan dengan kemenangan 21-17.
Di gim kedua, Greysia/Apriani tampil lebih percaya diri. Dengan terus mendikte permainan lawan, ganda Indonesia itu terus memimpin dan menutup pertandingan dengan skor 21-15.
Gelar permulaan
Greysia/Apriani mengaku kemenangan mereka atas duet Korea Selatan tidak lepas dari persiapan mereka yang sangat baik serta bagaimana mengaplikasikan strategi hasil diskusi dengan pelatih sebelum pertandingan. “Selain itu, moncernya aplikasi kami atas strategi pertandingan adalah mental kami yang sedang baik,” ujar Greysia.
Gresyia yang pernah menjadi duta pemain di Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) itu menilai permainan dia dan pasangannya, Apriani, memuaskan. “Terutama Apriani. Dia bisa kontrol semua, apalagi final bukan pertandingan yang mudah. Tetapi dia stabil, percaya diri dan ini membantu saya di lapangan yang saya sadari tugas pemain hanya kerja keras,” tuturnya.
Sementara itu, Apriani, walau senang memperoleh kemenangan, mengaku masih tidak percaya dengan hasil memperoleh gelar ini. “Dari awal memang saya diminta untuk percaya diri, awalnya sempat ragu, tapi saya didampingi senior dan pelatih saya. Saya bingung mau berkata apa lagi, rasanya hal ini tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata,” ujarnya.
Greysia menambahkan, gelar super series ialah yang perdana mereka dapatkan di Prancis Open 2017. Ia bahkan menyebut ia menjadi gelar pembuka. “Ini awalnya karena ke depan masih banyak tugas yang menanti. Kami harap tidak lekas terlena akibat kemenangan ini,” ujar Greysia menambahkan. (Ant/R-2)
budi_ernanto @mediaindonesia.com
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved