Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Atlet Butuh Jam Terbang

Budi Ernanto
27/10/2017 08:03
Atlet Butuh Jam Terbang
(ANTARA/SIGID KURNIAWAN)

WAKIL Ketua Pembinaan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PP PGSI) M Yunus menyatakan target me-dali emas di Asian Games 2018 yang ditetapkan pemerintah bisa tercapai salah satunya jika atlet berlatih ke luar negeri.

Namun, tak sembarang negara bisa dijadikan tempat latihan. Karena itu, Yunus menyebutkan negara-negara di Eropa Timur sangat cocok jadi tempat latihan para atlet.

“Negara di Eropa yang ada di timur, seperti Bulgaria dan Hongaria. Sempat PGSI kirimkan atlet ke Bulgaria empat tahun lalu, sekitar dua bulan latihan, dan hasilnya atlet bisa bawa empat medali di SEA Games saat itu,” kata Yunus kepada Media Indonesia, kemarin.

Pihaknya berencana mengirimkan pengajuan izin ke Bulgaria pada pekan depan. Menurut dia, rencana itu sangat mungkin terealisasi, terlebih pemerintah sekarang bersikap terbuka kepada para pengurus cabang olahraga yang sudah diberikan kendali untuk mengurus langsung para atlet elite.

“Jika ke Eropa tidak diizin-kan, kami akan ajukan propo­sal latihan ke Amerika Serikat. Jika tidak bisa juga, ya mau tidak mau kami latihan di Asia, seperti di negara-negara bekas jajahan Rusia dan Korea Selatan. Tapi kelemahannya negara-negara Asia juga peserta Asian Games. Jadi percuma dong, kelihatan kekuatan sebelum turnamen diselenggarakan,” ujar Yunus.

Selagi menunggu terbitnya izin latihan di luar negeri, saat ini PGSI mengandalkan tenaga pelatih asing yang didatangkan dari Uzbekistan dan Iran. Dua pelatih tersebut nantinya juga akan menentukan siapa saja atlet-atlet yang bisa mengikuti pemusatan pelatihan ­nasional.

“PGSI memutuskan tidak lagi menyerahkan wewenang memilih atlet pelatnas ke pelatih Indonesia. Alasannya, karena biasanya masih ada unsur kedaerahan yang dijadikan indikator memilih seorang atlet,” kata Yunus.

Pemilihan atlet pelatnas sudah dimulai sejak PGSI menggelar kejuaraan nasional (kejurnas) di Jakarta pada Minggu (22/10). Kejurnas akan berakhir pada Jumat (27/10).

“Seleksi nantinya akan memunculkan 18 atlet putra dan 12 atlet putri. Mereka akan turun di 18 kelas. Tapi peluang medali emas hanya satu, di kelas-kelas di bawah 63 kg,” pungkas Yunus.

19 provinsi
Dari cabang wushu, sebanyak 19 provinsi ambil bagian dalam turnamen uji coba (test event) bertajuk Wushu Road to Asian Games 2018 yang berlangsung di Mahaka Square, Jakarta, 26-29 Oktober 2017.

“Test event yang sekaligus sebagai Kejuaraan Nasional Wushu 2017 ini diikuti 19 provinsi ditambah tim nasional Indonesia yang berisi atlet pelatnas,” kata Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) Ngatino.

Manajer kompetisi test event, Iwan Kwok, mengatakan ajang itu juga diperuntukan pemain nasional di pelatnas, dengan tujuan memberikan tambahan pengalaman. “Ini sebagai ajang uji coba juga bagi mereka karena mereka memerlukan pertandingan format kompetisi untuk persiapan di Asian Games nanrti.” (Ant/R-3)

[email protected]



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya