Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
FC BARCELONA menggugat mantan pemainnya Neymar sebesar (25) sebesar 8,5 juta euro setara Rp133,451 miliar, dengan tuduhan melanggar kontrak. Barca juga menuntut pemain muda bertalenta itu mengembalikan bonus loyalitas yang telah dibayarkan setelah Neymar memperbarui kontrak pada Oktober atau kurang dari setahun sebelum pindah ke Paris St Germain (PSG).
Pernyataan klub yang dirilis pada Selasa (22/8) juga meminta tambahan sepuluh persen pembayaran akibat keterlambatan dipenuhinya tuntutan mereka, setelah memperkenalkan sang
penyerang dengan mereka pada 11 Agustus.
"Barcelona mengambil tindakan-tindakan ini untuk mempertahankan kepentingan-kepentingannya, setelah kontrak Neymar dibatalkan hanya beberapa bulan setelah ia menekennya sampai 2021," kata pernyataan Klub Katalan itu.
Seperti diberitakan sebelumnya, Neymar hengkang dari Barca ke PSG dengan memecahkan rekor transfer dunia senilai 222 juta euro pada Agustus, membayar klausa rilisnya dengan Barcelona yang tidak ingin menegosiasikan penjualan salah satu pemain terbaiknya.
Untuk keperluan tuntutannya itu, Barcelona juga telah mengajukan keluhan kepada Federasi Sepak Bola Spanyo (RFEF) setelah mengajukan gugatan hukum pertama di pengadilan. Barca juga meminta PSG mensubsidinya, seandainya Neymar tidak mampu memikul tanggung jawab itu.
Pada hari-hari setelah Neymar pindah ke klub Prancis itu, Barcelona menolak membayar cicilan yang dilaporkan sebesar 26 juta euro untuk bonus loyalitas yang semestinya Neymar terima musim panas ini. Alasan Barca bahwa telah terjadi pelanggaran kontrak.
Pada Minggu (20/8), Neymar mengkritik direksi Barcelona setelah di bermain untuk PSG dan mengalahkan Toulouse di Liga Prancis.
"Saya memiliki sesuatu untuk disampaikan, bahwa saya kecewa dengan mereka (direksi Barcelona). Saya menghabiskan empat tahun yang sangat membahagiakan di sana dan pergi dengan gembira, namun tidak dengan mereka. Bagi saya, mereka tidak semestinya memiliki wewenang di Barcelona. Barca layak menerima yang lebih baik dan semua orang mengetahui hal ini," demikian Neymar.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved