Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Kapal BC 9002 Beroperasi Lagi

MI
03/12/2015 00:00
Kapal BC 9002 Beroperasi Lagi
(DOK. DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI)
KAPAL patroli Bea dan Cukai milik Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau dengan nomor lambung BC 9002 segera beroperasi di Pangkalan Sarana Operasi Tanjung Balai Karimun, Kepri.

Kapal BC 9002 sempat kandas di bangkai kapal KM Sejahtera di perairan Belawan, Sumatra Utara, Kamis (19/11). Kapal sudah bertolak menuju Pangkalan Sarana Operasi Tanjung Balai Karimun, Kepri, dengan dikawal kapal patroli BC 60001, Selasa (1/12).

"Proses evakuasi memang sulit. Kami beserta tim SAR terpaksa menghadapi kondisi cuaca yang tidak stabil. Namun, berkat kesigapan petugas dari satuan pengamanan daerah Belawan, semuanya berjalan dengan baik dan lancar," kata Kabid Penindakan dan Sarana Operasi Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau R Evy Suhartantyo, kemarin.

Tim SAR yang terlibat dalam evakuasi kapal patroli BC 9002 dan BC 7003 yaitu KRI Cut Nyak Dien 375, KAL Tarihu, Patkamla Tapak Kuda, WFQR 1/ Pusat Satrad Medan Labuhan, Polairud Polda Sumut, PT Pelindo I, KM Mestika Delima, 2 kapal patroli BC 15035, dan BC 15042.

Adapun kapal patroli BC 7003 yang juga kandas di tempat yang tidak jauh dari kandasnya BC 9002, hingga saat ini masih terapung di perairan Belawan. Menurut rencana, BC 7003 akan ditarik ke dermaga PT Pelindo 1 Belawan setelah proses pemotongan besi-besi penahan kapal patroli tersebut dan dubling (penambalan) pada bagian yang berlubang.

Menurut Evy, kejadian kandasnya kedua kapal patroli tersebut sama sekali tidak mengurangi jumlah kapal patroli yang ditempatkan ke tiap-tiap sektor pengawasan di sepanjang pantai timur Sumatra. "Dengan luasnya lautan di sepanjang pantai timur Sumatra, tentunya bukan tugas mudah. Akan tetapi, tekad untuk terus melakukan yang terbaik tetap kami jaga demi mengamankan aset negara," ujar Evy.

Di tempat terpisah, Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau Parjiya mengatakan patroli keamanan laut di jajarannya makin diperkuat dengan mendapat tambahan empat kapal fast patroling boat (FPB) sepanjang 28 meter. Kapal berbahan aluminium itu terkenal gesit dan andal dalam beraksi di lautan.

Parjiya menyatakan tambahan armada kapal patroli itu akan berkontribusi positif terhadap pengawasan ataupun penerimaan Bea Cukai. (HK/N-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya