PERGANTIAN musim dari kemarau ke penghujan memunculkan angin kencang serta cuaca ekstrem seperti hujan es di beberapa wilayah di Tanah Air.
Ratusan rumah pun rusak.
Hal itu terjadi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, serta Banyumas dan Temanggung, Jawa Tengah.
Sedikitnya 28 rumah warga di Kampung Cisarua Legok RT 01 dan 02/RW 06, Desa Cisarua, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, rusak diterjang angin puting beliung, Sabtu (28/11) petang.
Akibat kejadian itu, puluhan kepala keluarga diungsikan ke tempat yang lebih aman.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (28/11) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu tiba-tiba terjadi angin kencang yang menerbangkan genting dan atap rumah warga.
Ada beberapa rumah lain yang rusak akibat tertimpa pohon tumbang.
Menurut Kepala Desa Cisarua Abdul Malik, kemarin, pendataan sementara menyebutkan terdapat 28 rumah yang rusak.
Enam di antaranya rusak berat serta 22 rumah lainnya rusak sedang dan ringan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Usman Susilo mengaku sudah menurunkan petugas untuk pendataan dan penanganan darurat.
"Untuk membantu para korban puting beliung, kami akan segera mengusulkan bantuan material berupa genting untuk memperbaiki rumah warga yang rusak," kata Usman.
Bencana angin kencang juga menerpa sejumlah kecamatan di Kabupaten Banyumas, Jateng, kemarin sore.
Puluhan rumah rusak akibat angin yang berhembus kencang yang berbarengan dengan datangnya hujan.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Banyumas Prasetyo Budi Widodo mengungkapkan angin puting beliung melanda sejumlah kecamatan, di antaranya Rawalo, Banyumas, dan Karanglewas.
"Di Rawalo, angin puting beliung melanda Desa Randegan, sedangkan di Banyumas terjadi di Desa Kejawar. Di Karanglewas terjadi di Karanggude. Ada puluhan rumah mengalami kerusakan. Namun, secara pasti, tim masih berada di lapangan untuk melakukan pendataan," kata Prasetyo. Hujan es Dari Temanggung, lebih dari 187 bangunan di lima kecamatan rusak ringan, sedang, hingga berat akibat luncuran hujan es disertai angin kencang yang terjadi pada Sabtu (28/11) petang.
Hal itu berdasarkan pendataan sementara yang dilakukan BPBD Kabupaten Temanggung, kemarin. Lima kecamatan yang terdampak luncuran hujan es itu ialah Jumo, Parakan, Kedu, Tretep, dan Ngadirejo.
Di Kecamatan Jumo, ada dua desa yang terkena hujan es, yakni Padureso dengan 20 rumah dan 1 musala rusak ringan, serta 2 rumah rusak berat.
Di Desa Sukomarto, dua rumah rusak ringan dan tiga rumah rusak berat.
Camat Parakan Eko Budi Hartono, kemarin, mengatakan sudah mendata jumlah rumah yang rusak.
Terdata ada lebih dari 90 rumah mengalami kerusakan, yang tersebar di lima titik.
"Hujan es berlangsung sekitar 20 menit dan menimbulkan suara gaduh di atas atap. Setelah itu disusul hujan air biasa. Es yang jatuh mencapai sebesar kelereng," kata Achmad, 50, warga Kauman, Kecamatan Parakan.
Di bagian lain, banjir melanda wilayah Provinsi Aceh.
Hujan deras terus-menerus membuat empat desa di wilayah Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, sejak tiga hari terakhir tergenang banjir.
Adapun di Sumatra Barat, banjir melanda Nagari Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota, kemarin.
Banjir menyebabkan akses jalan Sumbar-Riau sempat terputus selama 5 jam. (LD/TS/AD/BK/MR/N-2)