UNTUK mendukung rencana pembangunan PLTN di Kaltim, pemprov setempat akan mengi rimkan 20 calon mahasiswa ke Rusia untuk belajar tentang nuklir. Para pelajar itu dipersiapkan menjadi tena ga pengelola pengoperasian PLTN. "Dua puluh pelajar ini bagian dari program Beasiswa Kaltim Cemerlang (BKC) yang akan kita kirim ke Rusia. Sebelumnya sudah ada 100 pelajar yang kita kirim belajar tentang perkeretaapian juga di Rusia, sedangkan 20 pelajar ini disiapkan belajar tentang nu klir," kata Plt Sekretaris Provinsi Kaltim Rusmadi. Pengiriman 20 mahasiswa tersebut untuk mendukung Pemprov Kaltim mempersiapkan SDM yang berkualitas dalam mengelola PLTN yang menurut rencana dibangun di Talisayan, Kabupaten Berau.
Sebelum mengirim calon mahasiswa ter sebut, Pemprov Kaltim terlebih dahulu ber kunjung ke Rusia untuk melihat proses pembelajaran di kampus perkeretaapian dan kampus pengelolaan PLTN. "Jadi tahun ini kita lakukan terlebih dahulu penjajakan di Rusia. Apabila kondisi pendi dik annya bagus, kita akan kirim calon mahasiswa terpilih ke sana. Diharapkan, setelah mereka kembali ke Kaltim mampu mengembangkan pengelolaan PLTN," jelasnya. Pembangunan PLTN tersebut, lanjut Rusmadi, merupakan bentuk antisipasi pascatambang batu bara yang kini produksinya terus berkurang sehingga pemanfaatan untuk membangun pembangkit listrik dari tenaga nuklir perlu dilakukan. Untuk meng operasikannya perlu SDM yang memadai dan harus disiapkan sejak dini.
"Selain itu, Pemprov Kaltim sudah melakukan sejumlah kajian yang diperlukan untuk pembangunan PLTN yang menurut rencana lokasinya berada di Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, dan Kecamatan Sangatta, Kabupaten Kutai Timur," tam bahnya. Kedua wilayah itu dipilih karena berada di kawasan pesisir sehingga memudah kan peng angkutan material di awal pembangunan dan kemudahan menyampaikan pasokan segala kebutuhan. Batan sudah menyampaikan dukungan atas proyek pembangunan PLTN yang pra studi kelayakannya sudah dilakukan sejak 2006-2009."“Dalam kajian tersebut, dua wilayah itu merupakan lokasi paling potensial dan aman berdasarkan pertimbangan tapak, kesiapan teknologi, kondisi infrastruktur, dan potensi pengembangan regional," ujarnya.