SEBANYAK 13 rumah roboh dan 971 rumah lainnya rusak akibat terjangan angin puting beliung di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sejak awal musim hujan pada awal bulan ini. Laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaporkan angin menerjang belas an desa di sejumlah kecamatan, di antaranya Kecamatan Padangan, Tambakrejo, Sekar, Ngasem, Kanor, Margomulyo, Dander, dan Temayang. "Jumlah rumah roboh 13 unit dan rumah rusak mencapai 971 unit mulai rusak berat, sedang, hingga ringan. Ada kemungkinan jumlah rumah rusak akan terus bertambah karena sejumlah wilayah belum melaporkan," kata Kepala Pelaksana Kantor BPBD Pemkab Bojonegoro Andik Sujarwo, kemarin. Angin kencang juga melanda Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Sebuah gudang los tembakau milik PTPN X di Desa Malangjiwan, Kecamatan Kebonarum, ambruk akibat disapu angin kencang, kemarin. Tidak ada korban jiwa, tetapi kerugian diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Selain angin kencang, longsor mulai mengintai di sejumlah wilayah. Di Bengkulu, infrastruktur jalan yang menghubungkan Kabupaten Bengkulu Utara-Lebong di Desa Atas Tebing, Kecamatan Lebong Atas, hingga kini masih tertutup oleh material longsor setinggi 1 meter. Infrastruktur jalan milik Provinsi Bengkulu merupakan jalur penghubung dua kabupaten, yakni Bengkulu Utara-Lebong. Longsor tersebut menyebabkan perekonomian warga lumpuh selama dua hari terakhir. Sekretaris BPBD Provinsi Bengkulu Damin mengatakan untuk saat ini ada sebanyak sembilan titik rawan longsor yang tersebar di sembilan kabupaten.
Di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, ada 126 desa yang berada di wilayah rawan longsor. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka Tatang Rahmat mengatakan dari 343 desa, sebanyak 126 desa di antaranya masuk peta rawan longsor. Sementara itu, 43 desa lainnya mengalami rawan pergerakan tanah. Adapun esa-desa yang rawan longsor ataupun pergerakan tanah tersebut tersebar di Kecamatan Bantarujeg, Lemahsugih, Cingambul, Talaga, dan Malausma. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka Tatang Rahmat pihaknya telah menyiapkan alat pendeteksi dini pergerakan tanah di Kecamatan Malausma, Lemahsugih, dan Majalengka. Wilayah tersebut dikenal rawan longsor.