Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

75 SMP Rusak Menanti Bantuan

(YK/TS/H-2)
25/11/2015 00:00
75 SMP Rusak Menanti Bantuan
(MI/TOSIANI)
SEBANYAK 75 sekolah menengah pertama (SMP) di Temanggung, Jawa Tengah, menanti bantuan perbaikan ruang kelas yang rusak. Pasalnya, pada tahun ini mereka tidak mendapat dana alokasi khusus (DAK) untuk perbaikan sekolah. Kasi Sarana dan Prasarana Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Temanggung Suharti menyampaikan ke-75 sekolah itu terdiri dari 32 SMP swasta dan 43 SMP negeri. "Berdasarkan hasil verifi kasi, ratarata kerusakan di bagian atap dan lantai," ungkap dia, di Temanggung, kemarin. Suharti mengakui pihaknya saat ini masih membuat skala prioritas mengenai sekolah mana yang diperbaiki lebih dulu bila ada bantuan DAK. Salah satu sekolah yang rusak ialah SMPN 1 Parakan. Suparto, wakil kepala sekolah tersebut, menyebutkan satu ruangan rusak berat dan tiga ruangan lain rusak ringan.

Kerusakan juga terjadi pada bagian atap dan lantai.  Ruangan yang rusak berat ialah kelas 7. Pihak sekolah memutuskan mengosongkan ruangan itu. Sebagai gantinya, siswa kelas 7 menempati ruangan laboratorium. "Kami melakukan perbaikan sementara dengan menggunakan dana BOS. Namun karena nilainya kecil, perbaikan hanya memakai kayu lokal yang tidak tahan lama." Dari Tuban, Jatim, plafon sebuah ruangan SDN di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, ambrol pada Senin (23/11) malam. Ambrolnya bangunan yang diresmikan 10 bulan
lalu itu diduga karena konstruksinya tak sesuai bestek.

Beruntung, tak ada korban jiwa pada kejadian itu. Kemarin, aparat kepolisian langsung menyelidiki ambrolnya atap sekolah yang dibangun dengan dana corporate social responsibility (CSR) sebuah perusahaan senilai Rp4 miliar itu. “Kami berharap agar segera ada perbaikan," ujar Kepala SDN di Desa Rahayu, Sri Rahayu, kemarin.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya