Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Beras Impor Dilarang Beredar di Jatim

MI/FAISHOL TASELAN
21/11/2015 00:00
Beras Impor Dilarang Beredar di Jatim
(ANTARA/ASEP FATHULRAHMAN)
GUBERNUR Jawa Timur (Jatim) Soekarwo mempersilakan beras impor masuk ke Jawa Timur. Namun, beras tersebut hanya transit dan buka diedarkan ke masyarakat karena Jatim masih surplus beras.

"Beras impor silakan masuk Jatim, tetapi untuk transit," kata Gubernur Jatim Soekarwo terkait rencana beras impor oleh pemerintah.

Bila ada rencana beras impor masuk, Jatim hanya tempat transit, kemudian dimasukkan ke gudang tanpa harus diedarkan ke masyarakat. Sebab, bila diedarkan bisa merusak harga beras di Jatim dan petani mengalami kerugian. "Silakan saja disimpan di Jatim asal jangan diedarkan," tegas Soekarwo.

Target produksi beras Jawa Timur pada 2015 untuk padi mencapai 13.106.056 ton gabah kering giling (GKG) atau 8.518.286 ton beras.

"Dengan jumlah yang cukup banyak, konsumsi beras penduduk Jawa Timur sebesar 91,26 kg per kapita per tahun, sedangkan jumlah penduduk Jawa Timur sebanyak 38.847.600 jiwa. jadi, konsumsi beras penduduk Jawa timur mencapai 3.545.232 ton sehingga Jawa Timur pada 2015 surplus beras mencapai 4.973.054 ton," beber Soekarwo.

Stok menipis
 
Sementara itu, stok beras di tingkat petani di Banyumas, Jawa Tengah (Jateng), mulai menipis. Umumnya, petani hanya tinggal memiliki gabah untuk mencukupi kebutuhan sendiri. Apalagi, diperkirakan, empat hingga bulan mendatang atau sekitar Maret hingga April baru musim panen.

Salah seorang petani asal Desa Krajan, Kecamatan Pekuncen, Sartim, 52, mengungkapkan bahwa dirinya hanya tinggal menyisakan gabah sekitar 2 kuintal. "Gabah yang saya miliki merupakan hasil panen pada Oktober lalu. Saya sengaja menyimpan untuk mencukupi kebutuhan. Namun, saya kira tidak akan cukup sampai panen mendatang. Sebab, saat ini, saya baru mengolah sawah dan musim tanam akan masuk pada awal Desember mendatang," jelas Sartim, kemarin.

Secara terpisah, Sekretaris Asosiasi Perberasan Banyumas Faturrahman mengatakan bahwa stok beras atau gabah di tingkat petani telah menipis. "Umumnya, petani sudah tidak mempunyai stok baik beras maupun gabah. Kalau saat ini masih ada yang memiliki stok, biasanya mereka petani yang mempunyai sawah luas atau mereka yang masih tetap dapat tanam saat musim kemarau," katanya.

Ia juga mengatakan bahwa musim paceklik tahun ini lebih panjang jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Tahun lalu, paceklik tidak terlalu panjang. Namun, tahun ini terjadi El Nino yang berdampak pada panjangnya musim kemarau. Saya memperkirakan baru Maret atau April memasuki musim panen, sementara saat ini stok beras dan gabah di tingkat petani menipis," ujar Faturrahman.

Stok beras di Bulog Banyumas tinggal 11 ribu ton. Stok itu mencukupi kebutuhan beras sejahtera hingga Januari 2016 mendatang.

Di sisi lain, selama empat bulan terakhir petani sawah di sepuluh kabupaten/kota, Provinsi Bengkulu, gagal panen akibat kemarau panjang. Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Provinsi Bengkulu Muslih di Bengkulu, kemarin, mengatakan beras lokal kian sulit didapat karena hasil panen selalu dibawa ke Provinsi Lampung, Sumatra Selatan, dan Jambi. (LD/MY/N-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya