TEMPAT pengasuhan anak telantar di Unit Pelaksanaan Teknbis (UPT) Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PSAB), Dinas Sosial Pemprov Jawa Timur di Kabupaten Sidoarjo kekurangan tenaga pengasuh. Saat ini ada 40 balita yang ditampung di UPT PSAB tersebut. Mereka kebanyakan anak yang dibuang orangtua sendiri sehingga negara harus memelihara mereka. Di antara balita itu ada yang menderita hydrocephalus, autis, tunanetra, dan tunarungu.
Sementara itu, jumlah pengasuh hanya 12 orang. Adapun tenaga perawat dari lima orang menjadi tiga orang. Para tenaga sosial ini hingga kini belum diangkat sebagai pegawai negeri sipil. "Para petugas sudah bekerja sejak UPT PSAB berdiri pada 2009. Anggaran yang kami terima juga terbatas. Untuk anggaran makan dan susu bagi balita hanya Rp27.500 per hari. Dan itu semua harus ditenderkan," kata Kepala UPT PSAB Sidoarjo, Ilonka Suksmawati, kemarin.
Ilonka menambahkan, kehadiran siswa yang praktik lapangan sangat membantu dalam mengasuh para balita. Selain itu kebutuhan balita seperti popok dibatasi maksimal tiga kali ganti sehari. Padahal, menurut standar kesehatan, maksimal enam jam anak-anak harus ganti popok.