Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Impor tidak Usik Harga Beras

Djoko Sardjono
19/11/2015 00:00
Impor tidak Usik Harga Beras
(ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)
HARGA beras medium di pasar Klaten, Jawa Tengah, stabil tinggi dan tidak terpengaruh dengan masuknya beras impor. "Meski pasar digelontor beras impor, harga beras lokal tidak turun," kata Rika, 46, pedagang di Pasar Mlinjon. Saat ditemui Media Indonesia di kios pasar tersebut, kemarin, Rika menjelaskan masuknya beras impor tidak berdampak signifikan terhadap harga beras lokal. Misal, harga beras C-4 super dan mentik wangi tetap bertahan tinggi. Di Klaten, harga beras tetap stabil.

Untuk jenis C-4 super Rp9.500 dan mentik wangi Rp10.800 per kilogram. Bahkan, harga diperkirakan naik pada musim hujan ini. Harga beras medium itu bertahan tinggi sejak awal Oktober lalu. Masyarakat konsumen di Klaten, menurut Rika, kurang menyukai beras impor. Beras luar itu dinilai kurang enak dan tidak pulen, termasuk beras untuk warga miskin (miskin). Karena itu, beras mahal pun tetap laku dijual di Klaten.

Sementara itu, pasokan beras dari penggilingan ke pasar tetap lancar pada musim hujan ini. "Hingga sekarang masih lancar. Berapa pun permintaan kita bisa dipenuhi karena info yang kami dapatkan stok beras di penggilingan banyak," ujarnya. Sementara itu, peternak ayam petelur di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mengeluhkan tingginya harga jagung untuk pakan. Dampaknya harga telur dan ayam pun alami kenaikan di pasaran.

Harga telur saat ini sudah mencapai 20 ribu/kg, naik dari Rp18 ribu-Rp19 ribu/kg. Ayam potong yang sebelumnya dihargai Rp30 ribu/kg kini harus ditebus Rp33 ribu/kg. "Harga jagung untuk pakan ternak saat ini sudah mencapai Rp5.000/kg," kata Ketua Paguyuban Peternak Ayam Petelur Mitra Mandiri di Kabupaten Kuningan, Engkos Kosasih. Itu berarti pakan ternak sudah mengalami kenaikan hingga 40% dari kondisi normal.

Kenaikan harga jagung untuk pakan terjadi sejak beberapa bulan terakhir, terutama sejak pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan impor jagung. Dampaknya harga jagung di pasaran pun melambung tinggi. Menurut Engkos, kebijakan menyetop impor jagung diduga memakai analisis prematur. Tidak ada perhitungan yang jelas terutama terkait dengan kesiapan pasokan di pasaran lokal. Padahal, saat ini harga jagung di pasaran mahal dan stoknya pun cukup sulit untuk didapatkan.

Lumbung pangan
Sebagai upaya mengatasi pengendalian dampak inflasi di daerah, Pemerintah Kabupaten Karawang,Jawa Barat, saat ini meningkatkan program bantuan lumbung pangan di tengah kelompok masyarakat. Menurut Kepala Dewan Ketahanan Pangan Karawang Abdul Azis di Karawang, kemarin, pemerintah daerah sedang meminta bantuan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membuat sembilan lumbung pangan.

Bantuan pemerintah provinsi sebesar Rp50 juta per lumbung. Dana itu terbagi Rp20 juta untuk pembangunan lumbung, dan Rp30 juta untuk usaha dalam kelompok dalam melakukan pengelolaan lumbung. "Nantinya petani di kelompok itu menjual padi ke lumbung ketika mereka enggan menjual kepada tengkulak sehingga terjadi perputaran ekonomi di kelompok dan masyaraka



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya