KENDATI sudah mulai turun hujan, pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Temanggung, Jawa Tengah, menyarankan agar para petani jangan memulai tanam padi dulu sebab intensitas hujan yang turun belakangan masih belum mencukupi ketersediaan air untuk keperluan tanam. "Kami malah menyarankan petani jangan tanam dulu karena hujan belum merata dan belum cukup untuk tanam. Nanti jika hujan yang turun sudah mencapai lima sampai enam kali secara berturut-turut, baru boleh dimulai tanam," ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Kabupaten Temanggung, Harnani Imtikhandari, kemarin.
Harnani memperkirakan musim tanam di Temanggung baru akan dimulai sekitar Desember hingga Januari mendatang. Pada saat itu, intensitas hujan yang turun diperkirakan sudah cukup tinggi sehingga mencukupi untuk keperluan tanam. Disebutkan Harnani, hingga saat ini, sudah ada sekitar 2.000 hektare areal sawah yang sudah mulai ditanami. Luasan tanam baru terdapat di sentra-sentra padi dengan kondisi irigasi teknis di enam kecamatan, yakni Kecamatan Kedu, Parakan, Temanggung, Jumo, Pringsurat, dan Tembarak.
Di sisi lain, meski hujan mulai turun, kekeringan di wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, masih terus berlangsung. Bahkan, dampak krisis air bersih di kawasan ini makin meluas hingga 12 kecamatan. Kondisi tersebut membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meningkatkan pengiriman air bersih bagi warga terdampak. Padahal, sebelumnya baru sembilan kecamatan yang mengalami krisis air bersih. Demikian penjelasan Kepala Kantor BPBD Kabupaten Tuban, Joko Ludiono, kemarin.
Kekeringan juga masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Mayoritas wilayah yang masih mengalami kekeringan itu berada di ujung selatan Kabupaten Sukabumi. "Misalnya di Kecamatan Ciemas. Di daerah itu, ada lahan pertanian yang masih kering," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi Usman Susilo, kemarin.