Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Karawang Distribusikan 160 Ton Pestisida

(CS/AD/N-2)
19/11/2015 00:00
Karawang Distribusikan 160 Ton Pestisida
(MI/CIKWAN)
DINAS Pertanian, Kehutanan, Perkebunan, dan Peternakan (Distanhutbunak) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mendistribusikan 160 ton bantuan pestisida untuk seluruh kelompok tani (poktan) di 30 kecamatan. Menurut Kepala Distanhutbunak Karawang, Kadarisman, bantuan tersebut berasal dari Kementerian Pertanian dengan anggaran APBN. "Setelah El Nino, La Lina merupakan masa yang paling sulit karena pertumbuhan beberapa hama dan penyakit akan meningkat. Selain itu juga banjir akan menjadi permasalahan di beberapa wilayah," kata Kadarisman di Karawang, kemarin.

Kadarisman mengakui, tidak mengetahui berapa total rupiah yang dianggaran dari bantuan obat-obatan pertanian tersebut. Namun, dia memastikan bantuan tersebut terdiri dari pestisida berjenis insektisida, rondentisida, dan fungisida dari berbagai merek. "Hama seperti wereng dan penggerek di beberapa daerah sangat mudah berkembang biak. Tentu ini harus dikendalikan secara baik dan sistematis," kata dia. Saat ini pihak Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, sedang melakukan beberapa pemetaan untuk penyebaran pestisida tersebut.

Menurut dia, meski jumlah kelompok tani di Karawang 2.056 poktan, namun bantuan pestisida tidak akan diberikan kepada semua kelompok. "Pemetaan ini dikoordinasikan dengan pihak kecamatan dan petugas lapangan pertanian. Nanti dilihat mana yang membutuhkan insektisida, rondentisida, dan fungisida," terangnya. Lewat pestisida itu, produktivitas tanaman padi di Karawang diharapkan bisa sesuai target.

Diharapkan, rata-rata per hektare tercapai produksi 7 ton gabah. Di bagian lain, subsidi benih dan pupuk disambut gembira oleh petani di wilayah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Ketua Asosiasi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kota Tasikmalaya, Yuyun Suyud, kemarin, mengatakan petani di wilayahnya saat ini memilih benih padi subsidi jenis ciherang, pandanwangi, dan cianjur.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya