Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Hagai Haki Butuh Pertolongan

(PO/N-3)
19/11/2015 00:00
Hagai Haki Butuh Pertolongan
(MI/PALCE AMALO)
HAGAI Haki, 28, perempuan asal Naikliu, Kecamatan Amfoang Utara, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, sudah 10 bulan dirawat di RSU WZ Johannes, Kota Kupang. Kondisinya memprihatinkan, dengan tulang menonjol terbalut kulit. Ia pun harus tergolek lemah di tempat tidur. Kepada pasien dan keluarganya dokter menyatakan Hagar mengalami gangguan kandungan. "Saya tidak bisa berbuat apa-apa. Kami hanya berharap anak saya bisa segera sembuh dan pulang ke rumah," papar Yakobus Otniel Haki, 59, ayah Hagai.

Hagar mulai sakit saat akan melahirkan pada Januari lalu. Anaknya meninggal dalam kandungan. Sejak itu kondisi Hagai terus memburuk. Ia sempat dirawat di Puskesmas di Naikliu, wilayah yang berbatasan dengan Distrik Oekusi, Timor Leste, sebelum dirujuk ke Rumah Sakit WZ Johannes. Dokter melakukan operasi pengangkatan kandungan.

Satu pekan pascaoperasi, kondisi Hagai terus memburuk dan benang jahitan operasi terlepas. Dokter kemudian menjahit kembali, tetapi terlepas lagi. Hery Boki, keluarga Hagai, mengatakan setelah jahitan kedua, dokter melakukan diagnosis dan hasilnya posisi sumber nanah belum teridentifikasi. Karena itu, dokter membuat lubang pembuangan sementara di perut. Kini, kondisi Hagai makin tidak jelas.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya