Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Tanam Awal, Petani Dapat Insentif

(UL/PT/TS/N-3)
18/11/2015 00:00
Tanam Awal, Petani Dapat Insentif
(Antara)
DINAS Pertanian Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, berjanji akan memberikan insentif sebesar Rp1,5 juta per hektare untuk petani yang melakukan percepatan tanam. Insentif digunakan untuk membeli solar untuk menggerakkan traktor dan membayar buruh tani yang mengolah tanah. "Saat ini, hujan sudah turun di hulu sehingga sungai dan saluran irigasi sudah terisi air. Petani sudah bisa memulai pengolahan lahan untuk ditanami padi," papar Sekretaris Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan, dan Kehutanan Kabupaten Cirebon, Muhidin, kemarin. Dengan adanya insentif, petani diharapkan sudah bisa menanam paling lambat akhir Desember. Insentif dijanjikan untuk 4.000 hektare lahan melakukan tanam padi paling lambat akhir Desember. Di Lembata, Nusa Tenggara Timur, memasuki musim tanam, kesulitan pupuk urea dan NPK kembali mendera petani.

Pengecer pupuk mengaku baru menerima 30 ton urea dan NPK dari kuota 300 ton. Anis Bala Witin, petani di Lewoleba Barat, Nubatukan, mengaku hanya mendapat jatah pupuk urea sebanyak 6 kilogram. Padahal, untuk satu kotak sawah, dia butuh 10 kg pupuk. Ege Rada, pengecer pupuk bersubsidi, mengaku distribusi pupuk bersubsidi baru mencapai 30 ton dan sudah disalurkan kepada para petani. Sementara petani di Dusun Pongangan, Desa Karangtejo, Kecamatan Kedu, Temanggung, Jawa Tengah, justru merasa waswas untuk membeli pupuk. Pasalnya, mereka sempat tertipu pupuk palsu yang ditawarkan  pedagang ke rumah-rumah dengan harga lebih murah.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya