Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
TENGGELAMNYA KM Wihan Sejahtera di perairan Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur, saat bertolak ke Nusa Tenggara Timur dari Tanjung Perak, kemarin, menyisakan kejanggalan.
Sesuai manifes, penumpang berjumlah 153 orang, tetapi data di lapangan tercatat 178 orang.
"Kami masih mencari kepastian jumlah penumpang. Total baru 140 penumpang yang dievakuasi dan informasi jumlah penumpang masih simpang siur, ada yang mengatakan 153, tapi ada juga yang mengatakan 178," kata Kepala Syahbandar Pelabuhan Tanjung Perak, Rudiana Muchlis.
Rudiana menduga ada penumpang truk yang tidak tercantum dalam manifes yang dilaporkan ke syahbandar sehingga jumlah penumpang bisa bertambah.
"Ada truk yang tidak hanya dinaiki sopir dan kernet. Pasti ada penumpang lain. Itu yang tidak terdeteksi."
KM Wihan Sejahtera tenggelam sekitar pukul 10.00 WIB sesaat setelah meninggalkan Pelabuhan Tanjung Perak.
Selain penumpang, kapal juga mengangkut 43 truk besar, 8 truk kecil, 7 mobil, dan 25 sepeda motor.
Belum bisa dipastikan penyebab tenggelamnya kapal tersebut.
Yang pasti, kapal tiba-tiba oleng kemudian perlahan miring.
Ratusan penumpang pun panik, sebagian bahkan nekat melompat ke laut.
Beruntung, sebelum KM Wihan benar-benar tenggelam, puluhan perahu nelayan serta kapal milik Pelindo, syahbandar, dan Polres KP3 Tanjung Perak berhasil mengevakuasi penumpang.
Kepala Humas Pelabuhan Teluk Lamong Reka Yusmara Mardiputra mengatakan 140 korban langsung dievakuasi ke RS Porth Health Centre Tanjung Perak dan Gapura Surya Nusantara untuk dirawat.
Menurut seorang penumpang, Abdul Rahman, kapal tenggelam sangat cepat.
"Penumpang awalnya mengira kapal miring seperti biasa, tetapi lama-lama kemiringan tidak wajar. Kami panik dan berebut keluar," tuturnya.
"Terdengar suara sangat keras lalu perlahan miring. Anak saya sampai menangis saat melihat semua penumpang panik," timpal Mutilah yang saat itu sedang istirahat di dek 3.
Rudiana menduga kapal tenggelam karena ada kebocoran.
"Melihat cepatnya kapal tenggelam sepertinya ada kebocoran, atau kapal menabrak sesuatu, atau karena muatan yang bergeser dan menabrak lambung kapal."
Kapolda Jatim Irjen Anton Setiadji menyatakan pihaknya akan segera menyelidiki peristiwa tersebut.
"Kami akan cek, benar tidak muatan penumpangnya dan apakah segala sesuatunya sesuai dengan ketentuan."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved