BADAN Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Jatim dan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) melarang wisatawan naik ke kawah puncak Gunung Bromo seiring dengan meningkatnya frekuensi kegempaan gunung itu. "Radius aman 1 kilometer, sehingga wisatawan dilarang naik ke kawah Bromo dan aktivitas wisatawan dibatasi hingga lautan pasir saja," kata Kepala BPBD Jatim Sudharman di Surabaya, kemarin. Menurutnya, pihak TNBTS dan BPBD menerima pemberitahuan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait dengan frekuensi kegempaan Gunung Bromo yang meningkat, tapi status gunung tersebut masih waspada.
"Untuk itu, kami mengambil beberapa langkah, yakni memasang rambu larangan naik ke kawah Gunung Bromo di empat pintu masuk dan di batas tangga naik ke kawah Bromo," ujarnya. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti wisatawan yang nekat dan menerobos naik ke puncak Bromo, TNBTS menempatkan petugas untuk melarang wisatawan yang akan naik ke kawah Bromo. "Ada sekitar 10 personel yang disiagakan secara bergantian di gunung yang memiliki keindahan saat matahari terbit itu, terutama ditempatkan di tangga saat naik ke kawah Bromo," ujarnya.
Selain itu, pihak TNBTS dan BPBD selalu berkoordinasi dengan petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Bromo di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. "Kami akan meminta informasi secara intens dari PPGA dan PVMBG terkait dengan aktivitas Gunung Bromo dan status gunung tersebut, sehingga kami bisa melakukan antisipasi dan mengambil langkah-langkah lebih lanjut terhadap aktivitas wisatawan di Bromo," katanya.
Di sisi lain, petugas vulkanologi di Pos Pengamat Gunung Api Rinjani Mutaharlin mengatakan aktivitas letusan Gunung Barujari, di Lombok, Nusa Tenggara Barat, dalam dua hari terakhir cenderung menurun, tapi tetap berstatus waspada (level II). "Tremor masih terus-menerus, tapi skalanya berkurang, ditandai dengan amplitudo rata-rata di bawah 30 milimeter, kalau sebelumnya selalu di atas 40 milimeter," kata Mutaharlin, kemarin. Tinggi letusan disertai asap dan abu vulkanis kini, menurut dia, mencapai rata-rata 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).