Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

BNPB Siapkan Rp150 Miliar

Cornelius Eko Susanto
14/11/2015 00:00
BNPB Siapkan Rp150 Miliar
(MI/BENNY BASTIANDY)
UNTUK mendukung penanganan darurat terkait bencana alam, pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyiapkan dana siap pakai sebesar Rp150 miliar. Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dana itu diambilkan dari pos dana siap pakai Rp2,5 triliun yang alokasinya untuk penanganan darurat bencana selama 2015. "Penggunaan dana tersebut disesuaikan dengan kebutuhan, baik di tingkat pusat maupun pemda. Selain itu, pemda juga diharapkan mengalokasi anggaran dari APBD untuk penanganan bencana di daerahnya," katanya, kemarin.

Langkah BNPB itu dilakukan setelah Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menggelar rapat koordinasi untuk mengantisipasi banjir dan longsor, kemarin. "Kami gelar rapat koordinasi untuk antisipasi terjadinya banjir dan longsor," ujar Menko PMK Puan Maharani di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, kemarin. Menurut Puan, pengalaman menunjukkan pemerintah perlu lebih serius dalam menangani masalah banjir dan tanah longsor yang berdampak pada masyarakat. Data Kemenko PMK menunjukkan pada awal 2015 terjadi 375 peristiwa banjir dan 402 titik rawan tanah longsor. Rakor tersebut hanya dihadiri Kepala Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Andi Eka Sakya dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei.

Meningkat
Sutopo menyebutkan potensi banjir dan tanah longsor makin meningkat saat memasuki musim penghujan. Antisipasi harus disiapkan agar penanganan bencana menjadi lebih baik. Banjir dan longsor diperkirakan akan mendominasi bencana selama musim penghujan. Puncak kejadian banjir dan longsor terjadi bersamaan dengan puncak musim hujan, yaitu pada Januari. Di sisi lain, hujan deras yang mengguyur Kota Bandung, Jawa Barat, kemarin, mengakibatkan jalan raya di sejumlah jalan protokol terendam banjir cileuncang. Genangan air juga menerjang sejumlah ruas jalan Kota Sorong, Papua Barat, kemarin, setelah turun hujan deras.

Sejumlah perumahan di Sorong juga terendam dengan ketinggian air sekitar 50 cm. Masih di Jawa Barat, belasan kepala keluarga Dusun Kutamaneuh Kidul, Desa Cikujang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, terancam terendam luapan banjir bandang dari Sungai Cisungapan. Penyebabnya ialah bangunan dinding bantaran sungai tersebut jebol belum lama ini. Tingginya intensitas curah hujan saat ini tentunya bisa mengancam air meluap. Selama ini, Sungai Cisungapan dimanfaatkan warga untuk mengairi lahan persawahan di tiga kampung. Di Jawa Tengah, warga dan elemen masyarakat lainnya termasuk TNI membersihkan Sungai Sigeleng di Desa Limbangan Wetan, Kecamatan/Kabupaten Brebes, untuk mengantisipasi terjadinya banjir. Meski sebagian wilayah di Tanah Air diguyur hujan, sejumlah wilayah di Kabupaten Temanggung, Jateng, justru masih kekeringan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya