Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Harga Plastik Melonjak Dampak Konflik Timur Tengah

Denny Susanto
04/4/2026 16:19
Harga Plastik Melonjak Dampak Konflik Timur Tengah
Ilustrasi(MI)

EKSPOR Kalimantan Selatan pada Februari 2026 tercatat mengalami penurunan sebesar 2,58 persen menjadi US$800,02 juta dibandingkan Januari 2026 yang mencapai US$821,22 juta. Penurunan tersebut terjadi di tengah tekanan global akibat konflik di kawasan Timur Tengah yang turut memengaruhi stabilitas perdagangan internasional.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Kalimantan Selatan masih didominasi komoditas bahan bakar mineral atau batu bara dengan kontribusi sebesar 79,82 persen. Sektor lemak dan minyak nabati menempati posisi kedua dengan kontribusi 13,25 persen.

Adapun negara tujuan utama ekspor Kalimantan Selatan meliputi Tiongkok, India, dan Malaysia, selain Korea Selatan serta Amerika Serikat.

Di sisi lain, nilai impor Kalimantan Selatan pada Februari 2026 justru mengalami peningkatan signifikan. Nilai impor tercatat mencapai US$125,49 juta atau naik 82,82 persen dibandingkan Januari 2026 sebesar US$68,64 juta.

Kepala Dinas Perdagangan Kalimantan Selatan Ahmad Bagiawan mengatakan konflik di Timur Tengah berpotensi memberi dampak ekonomi global, termasuk bagi daerah.

"Tentu perang Timur Tengah akan ada pengaruh bagi banyak negara termasuk daerah kita. Namun secara umum masih aman di mana ekspor Kalsel didominasi tujuan negara Asia," ungkap Ahmad Bagiawan, Sabtu (4/4).

Harga Barang Plastik Melonjak Hingga Dua Kali Lipat

Sementara itu, masyarakat Kalimantan Selatan mulai merasakan dampak langsung dari gejolak global melalui kenaikan harga kebutuhan berbahan baku plastik yang melonjak tajam.

Kenaikan harga terjadi akibat gangguan pasokan global yang dipicu konflik Timur Tengah, sehingga mendorong kenaikan harga minyak bumi dan bahan baku plastik seperti nafta. Kondisi tersebut diperparah oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Suzana, pemilik Toko Plastik Suzana di Pasar Bauntung, Kota Banjarbaru, mengatakan kenaikan harga sudah terjadi sejak Ramadan lalu.

"Naiknya 100 persen sekarang atau dua kali lipat, seperti cup plastik mulai dari harga Rp250.000-Rp280.000 sekarang jadi Rp500.000. Itu isinya ada 40 kemasan, tiap kemasan isi 50 cup eceran," ujarnya.

Ia menambahkan plastik jenis Thinwell yang sebelumnya dijual Rp28.000 per pak kini naik menjadi Rp40.000 untuk ukuran 1.000 ml. Plastik kresek kecil juga mengalami kenaikan dari Rp3.000 menjadi Rp5.000, sedangkan ukuran tanggung naik dari Rp5.000 menjadi Rp8.000.

Pedagang dan UMKM Tertekan Biaya Operasional

Para pedagang menyebut kenaikan harga plastik hingga saat ini belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan beban operasional, terutama bagi pelaku UMKM kuliner yang sangat bergantung pada kemasan plastik untuk kegiatan usaha sehari-hari.

Kenaikan harga bahan kemasan dikhawatirkan turut mendorong penyesuaian harga jual produk di tingkat konsumen apabila kondisi pasokan global belum kembali stabil. (DY/I-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya