Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK mencegah dan mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemerintah Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, membentuk Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan. Tujuannya sebagai upaya kesiapsiagaan dan antisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan dengan cara terpadu dan berkelanjutan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bangka Ahmad Suherman mengatakan, Satgas Karhutlan dibentuk sebagai jawaban atas ancaman kebakaran hutan di sejumlah wilayah Kabupaten Bangka yang terbilang cukup tinggi.
"Satgas ini lah nantinya akan memantau dan mendetekai dini karhutla, dengan SDM yang ada di wilayahnya masing-masing," kata Suherman. Selasa (1/4).
Menurut dia Satgas nantinya melakukan identifikasi wilayah yang rawan terbakar setiap tahun untuk dilakukan pengawasan yang lebih ketat, serta meningkatkan patroli rutin.
"Satgas ini gabungan TNI, Polri, BUMN, BUMD, pihak kecamatan, kelurahan dan pemerintah desa, petugas Damkar, Satpol PP sebagai anggota Satgas melekat serta masyarakat," ujarnya.
Berdasarkan data laporan aduan dari masyarakat yang diterima bagian Damkar kata dia, pada saat musim kemarau rata-rata kebakaran hutan tercatat mencapai luas 2 hektare per hari.
"Volume hutan yang terbakar saat musim kemarau tersebut terbilang cukup luas jika diakumulasikan dalam setiap bulan. Kasus kebakaran hutan diduga ada unsur kesengajaan alasan perluasan perkebunan dan tidak disengaja karena membuang putung rokok sembarangan," jelas dia.
Dia mengakui, dengan dibentuknya Satgas Karhutla akan membantu pihak Damkar dalam pencegahan dan penanganan kebakaran, sebab tim Damkar selama ini tidak hanya membantu dalam memadamkan api yang membakar hutan, melainkan pula membantu pemadaman jika ada rumah warga yang kebakar.
"Bahkan tim Damkar juga membantu evakuasi binatang liar yang masuk rumah warga serta tindakan sosial lain yang dibutuhkan masyarakat," ucapnya. (RF/E-4)
Karhutla terjadi akibat adanya oknum masyarakat yang sembarang melempar puntung rokok ke lahan kering yang mudah terbakar ataupun yang membuka lahan dengan cara membakar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved