Headline

Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.

Gubernur Kalsel Pastikan Percepatan Pembangunan Infrastruktur Prioritas

Denny Susanto
30/3/2026 21:09
Gubernur Kalsel Pastikan Percepatan Pembangunan Infrastruktur Prioritas
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memastikan percepatan sejumlah proyek pembangunan infrastruktur prioritas.(MI/Denny Susanto)

MESKI dibayangi kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memastikan percepatan sejumlah proyek pembangunan infrastruktur prioritas.

Proyek infrastruktur prioritas dimaksud antara lain pembangunan jembatan Pulau Laut yang menghubungkan Kabupaten Tanah Bumbu dan Pulau Laut Kotabaru senilai hampir Rp5,9 triliun, kemudian pembangunan stadion internasional di Banjarbaru sebesar Rp1 triliun serta jalan poros tengah penghubung Kota Banjarbaru menuju Kabupaten Tapin Rp600 miliar sepanjang 30 kilometer.

Senin (30/3), Gubernur Kalsel, Muhidin, menyaksikan penandatanganan kontrak pembangunan jembatan Pulau Laut, di aula Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel di Banjarbaru. "Kita memastikan realisasi pembangunan infrastruktur sesuai visi misi. Meski ada penghematan anggaran namun kita memiliki dana Silpa sebesar Rp2 triliun sehingga cukup untuk mendukung program pembangunan di tahun 2026 ini," tutur Muhidin.

Penandatanganan kontrak antara Bambang Asmoro dan Yusdiantoro selalu kuasa Kerjasama Operasi (KSO) dengan Kepala Dinas PUPR Kalsel  Muhammad Yasin Toyib selaku pengguna anggaran. Anggaran pembangunan dengan total Rp5,9 triliun melalui skema tahun jamak dan sharing antara APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru.

Adapun porsi sharing anggaran masing-masing per tahunnya, Rp100 miliar ditanggung Pemkab Tanah Bumbu dan Kotabaru, Rp550 miliar Pemprov Kalsel dan Rp1 triliun Kementerian PU, selama tiga tahun ke depan.

Jembatan Pulau Laut yang ditargetkan rampung pada 2028 diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antardaerah di Kalsel, mempercepat arus logistik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Total panjang jembatan sekitar 3.750 meter itu memiliki bentang utama cable stayed sepanjang 350 meter dan lebar 24 meter. Pembangunan bentang tengah mendapat kucuran dana dari pemerintah pusat sebesar Rp3 triliun.

Pengerjaan dilakukan bertahap (per Januari 2026 mulai pengerjaan fisik) dan ditargetkan selesai 2028 dengan melibatkan sejumlah kontraktor besar,  yakni PT Adhi WSKT KSO (2025-2028), PT Hutama Karya (2025-2026), PT Pembangunan Perumahan (2025-2026), PT Asri Praya KSO (2024-2025), PT Pandji Bangun Persada (2024-2025), dan PT Adhi Karya (2015-2017). Adapun pihak perencana, dilakukan PT Pemetaan Engineering System KSO, PT Anugerah Kridpradana, dan PT Widyadaya Bandaran.

Turut menyaksikan penandatanganan proyek ini, Direktur Jenderal Bina Marga Pekerjaan Umum, Rakhman Taufik, Bupati Tanbu Andi Rudi Latif dan Bupati Kotabaru  Muhammad Rusli. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya