Headline

Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.

Polisi Terus Dalami Kasus Pembunuhan Turis Belanda di Kuta Utara

Arnoldus Dhae
25/3/2026 18:06
Polisi Terus Dalami Kasus Pembunuhan Turis Belanda di Kuta Utara
Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba mengatakan pihaknya terus bergerak untuk mendalami kasus pembunuhan bule Belanda berinisial RP yang tewas dikeroyok oleh dua orang tak dikenal.(MI/Arnold)

KAPOLRES Badung Ajun Komisaris Besar Joseph Edward Purba terus bergerak mendalami kasus pembunuhan seorang turis Belanda berinisial RP, yang tewas dikeroyok oleh dua orang tak dikenal di sekitar Villa Amira Nomor 1, Banjar Anyar Kelod, Kerobokan, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Senin (23/3) pukul 22.50 Wita.

Saat dikonfirmasi sejumlah awak media terkait perkembangan kasus, Joseph Purba mengatakan timnya terus melaksanakan penyelidikan kasus pembunuhan turis tersebut.

"Berdasarkan keterangan saksi di lokasi yang juga adalah pacar korban, jumlah pelaku sebanyak 2 orang seperti keterangan di awal. Namun soal detail identitas pelaku hingga saat ini masih dalam proses pendalaman," ujarnya Rabu (25/3/2026).

Selain keterangan saksi yang melihat langsung di lokasi, yakni pacar korban, polisi sudah memeriksa saksi lainnya termasuk pihak villa tempat korban menginap. "Hingga saat ini polisi sudah memeriksa 5 saksi dan akan terus didalami sehingga kemungkinan saksi akan bertambah," ujarnya.

Penyidik juga akan meneliti seluruh rekaman CCTV di jalur yang diduga dilewati pelaku, baik sebelum maupun setelah kejadian. Rekaman ini akan dikonfirmasi dengan saksi yang berada di lokasi saat peristiwa terjadi. Selain itu, polisi juga memeriksa orang-orang terdekat korban untuk mengetahui siapa saja yang selama ini berhubungan dengan korban dan peran mereka.

Belum ada kepastian

Saat ditanya soal dugaan pelaku adalah orang asing yang melarikan diri ke luar negeri, Kapolres Badung menegaskan belum ada kepastian. Namun, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Imigrasi terkait identitas korban, yang diketahui telah berada di Bali sejak 2024 dan sering pulang-pergi karena memiliki bisnis di pulau tersebut. Dugaan motif persaingan bisnis atau dendam pun sedang didalami.

Ia juga menyinggung pelaku di Bali yang kerap menggunakan jaket ojek online (ojol) untuk mengelabui polisi. "Menurut pengamatan kami, jaket Ojol itu sangat mudah didapat atau dibeli karena banyak dijual. Sehingga para pelaku kejahatan banyak menggunakan jaket Ojol untuk menghilangkan jejak kejahatan," ujarnya. Sebelumnya, kasus viral video asusila yang pelakunya orang asing juga menggunakan jaket ojol, sama seperti pelaku pembunuhan turis Belanda ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, korban RP dianiaya dua pelaku saat berada di sekitar villa. Peristiwa bermula ketika korban dan pacarnya, PI (30), keluar jalan-jalan pukul 22.00 Wita. Sampai di TKP, pacar korban melihat dua orang berboncengan motor matic hitam mengenakan jaket hitam diduga ojol, helm hitam, masker biru, dan yang dibonceng memakai kaos orange tanpa helm. Kedua pelaku sempat sampai di ujung gang, kemudian berbalik arah.

Melihat itu, korban menghentikan kendaraan dan menyuruh pacarnya mengunci villa. Tiba-tiba, kedua pelaku menyerang RP dengan pisau, sementara PI dikejar salah satu pelaku. PI berlari ke depan villa Amira Nomor 4 yang gelap, sedangkan pelaku terus menusuk korban. Saksi sempat melihat pelaku memasuki villa korban, tetapi tidak lama keluar lagi.

Karena PI tidak ditemukan, pelaku melanjutkan penyerangan terhadap korban hingga RP tergeletak bersimbah darah. PI segera mendekati korban dan berteriak meminta pertolongan, lalu menghubungi pemilik villa, NMA (39), untuk memanggil ambulance.

Keterangan warga KPTAP (34) menyebut sempat mendengar teriakan saat sedang beribadah. Dua pelaku kabur menggunakan Honda Vario hitam, dan membawa pisau sehingga warga tidak berani mendekat. Sosok yang membawa pisau adalah pelaku yang dibonceng.

Korban kemudian dilarikan ke RS BIMC, namun nyawanya tidak tertolong. Setibanya di rumah sakit, RP masih mengeluarkan darah dari luka di leher, wajah, lengan, bahu, dan punggung. Resusitasi jantung sempat dilakukan, namun korban dinyatakan meninggal sekitar pukul 23.29 Wita akibat kehabisan darah. (OL/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
  • Warga Belanda Dianiaya Hingga Tewas di Bali

    24/3/2026 19:43

    Seorang warga negara asing asal Belanda berinisial RP, 49, meninggal dunia di sebuah vila Badung, Bali setelah menjadi korban penganiayaan berat oleh orang tak dikenal.