Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA kini berada pada titik balik bersejarah, dengan langkah strategis Presiden, Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan nasional bukan sekadar penguatan militer, melainkan transformasi sektor pertahanan menjadi motor penggerak ekonomi baru yang masif.
"Visi ini menyelaraskan kedaulatan negara dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif melalui pembangunan ekosistem teknologi yang terintegrasi. Inti dari transformasi ini terletak pada optimalisasi Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) dan sinergi yang kian solid antara Pemerintah, BUMN serta sektor swasta," ungkap Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat (Jabar), Syahrir Selasa (24/3).
Menurut Syahrir, Slsebagai lembaga nonstruktural yang berada langsung di bawah kendali presiden dan Menteri Pertahanan (Menhan), KKIP memegang mandat krusial sebagai dirijen bagi ekosistem pertahanan nasional. Fungsi utamanya, mencakup sinkronisasi kebutuhan, menyelaraskan kebutuhan operasional TNI dan Polri dengan kapasitas produksi industri dalam negeri guna menghindari ketimpangan antara permintaan dan ketersediaan.
Kemudian, kebijakan makro lewat merumuskan standar Transfer of Technology (ToT) dan memastikan kepatuhan terhadap Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sesuai amanat UU No. 16 Tahun 2012.
Ketiga yakni evaluator strategis dengan menjamin setiap pengembangan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) memiliki standar kualitas internasional dan daya saing global. "Kemandirian alutsista adalah bagian integral dari strategi pengembangan ekonomi makro," paparnya.
Syahrir menambahkan, setiap investasi di sektor ini memberikan dampak berganda (multiplier effect) yang nyata, seperti penciptaan lapangan kerja, kontribusi terhadap PDB dan pilar kemandirian sinergi pemerintah dengan swasta. Ia menilai, dukungan pemerintah sejak masa kepemimpinan Prabowo Subianto sebagai Menhan hingga kini menjadi Presiden, pemerintah memberikan kepastian pasar melalui kontrak jangka panjang. Hal ini memberikan kepercayaan diri bagi industri untuk melakukan investasi besar pada riset dan pengembangan (R&D).
"Selain itu, perusahaan swasta nasional kini berperan sebagai pemasok utama komponen penting, mulai sistem elektronik radar, pesawat nirawak (drone), hingga perlengkapan tempur perorangan. Sinergi antara BUMN (DEFEND ID) dan swasta menciptakan rantai pasok yang lebih efisien dan kompetitif secara harga," terangnya.
TONGGAK KEMAJUAN
Syahrir menyebut, lahirnya holding BUMN industri pertahanan, DEFEND ID (PT Len, PT Pindad, PT Dahana, PTDI dan PT PAL), adalah tonggak kemajuan manufaktur nasional. PT Pindad sebagai salah satu motor utama telah menunjukkan prestasi gemilang. Inovasi kendaraan khusus lewat keberhasilan memproduksi Panser Anoa 6x6, Medium Tank Harimau, hingga seriMaung (MV2, MV3 dan Garuda) yang menjadi simbol kemandirian otomotif militer.
"Dunia tengah menyaksikan fenomena pergeseran investasi besar-besaran dari negara-negara Arab yang mulai mengalihkan portofolio mereka dari Barat ke Asia. Faktor geopolitik dan stabilitas ekonomi Asia menjadi daya tarik utama bagi para investor dan konglomerasi Arab. Indonesia harus menangkap peluang ini dengan memosisikan diri sebagai tujuan utama investasi melalui kepastian hukum, insentif kompetitif, pendekatan kultural dan syariah," tambahnya..
Meskipun kemajuan pesat telah terlihat, kata Syahrir, industri pertahanan Indonesia masih membutuhkan dukungan konsisten dan masuknya investor strategis untuk menutup celah ketergantungan impor pada komponen kritis. Dukungan publik terhadap penggunaan produk dalam negeri juga menjadi energi tambahan bagi para inovator bangsa. Kemantapan industri pertahanan adalah wajah kedaulatan NKRI.
Dengan dukungan penuh pemerintah, keterlibatan aktif sektor swasta, dan kecerdasan dalam menangkap peluang investasi global, Indonesia siap bertransformasi menjadi kekuatan industri pertahanan yang diperhitungkan di kancah dunia. Keyakinan kami, konsistensi dalam kebijakan dan keterbukaan terhadap inovasi adalah kunci agar visi kemandirian ini menjadi fondasi abadi bagi kedaulatan bangsa. (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved