Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Tergelincir, Batik Air Dibekukan

Wibowo
07/11/2015 00:00
Tergelincir, Batik Air Dibekukan
(ANTARA/ANDREAS FITRI ATMOKO)
PEMERINTAH akan membekukan sementara Batik Air rute Jakarta-Yogyakarta setelah tergelincir di ujung runway 2-7 Bandara Adisutjipto, DI Yogyakarta, kemarin pukul 15.05 WIB.

Pesawat dengan nomor penerbangan ID 6380 itu mengalami patah roda depan akibat kejadian tersebut.

"Ini insiden yang serius," kata Menteri Perhubungan Ignasius Jonan di Jakarta, kemarin.

Pihaknya, kata Menhub, akan membekukan izin penerbangan Jakarta-Yogyakarta maskapai tersebut selama 90 hari untuk kegiatan pemeriksaan.

"Kita akan panggil pilotnya," ujarnya.

Ia menambahkan, Kemenhub meminta PT Angkasa Pura I (persero) mengevakuasi pesawat Batik Air di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, dan juga meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menginvestigasi penyebab insiden itu.

Pesawat dengan registrasi PK LBO ini dipiloti oleh Kapten Oscar Mirza dan kopilot Dana Aviantara beserta 5 awak kabin dengan membawa sebanyak 161 penumpang, dengan rincian 158 dewasa, 2 anak-anak, dan 1 bayi.

Tidak ada korban jiwa ataupun luka-luka dalam insiden tersebut.

Setelah dievakuasi dari pesawat, para penumpang langsung menuju pintu keluar bandara dan pergi ke tujuan mereka masing-masing.

Operasional bandara sempat ditutup selama 1 jam, tetapi setelah itu dibuka kembali.

Pesawat diduga tergelincir akibat bandara yang basah setelah diguyur hujan selama 10 menit.

"Hujan pertama kali sejak musim kemarau," kata Komandan Lanud Adisutjipto Yogyakarta Marsma Imran Baidirus.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Agus Pandu, mengatakan jarak pandang cukup baik dan sebelum mendarat, pilot Oscar Mirza sudah mendapat clearence.

Terkait langkah pembekuan izin terbang, Public Relation Manager Lion Group Andy M Saladin mengatakan pihaknya belum menerima pemberitahuan dari Kemenhub.

"Belum dapat informasi tersebut," ujarnya melalui sambungan telepon, kemarin.

Karena itu, kata Andy, Batik Air akan tetap melaksanakan penerbangan Jakarta-Yogyakarta.

Seorang penumpang Batik Air, Livia, menuturkan saat di atas hujan sudah turun. Begitu menginjak landasan, benturan terasa keras dan pesawat terasa seperti diseret.

"Saat pesawat berhenti, pramugari malah panik," kata dia. Penumpang diminta merunduk dan pintu pesawat pun sulit dibuka.

Informasi tentang pintu pesawat yang sulit dibuka dibenarkan oleh salah seorang petugas yang ikut mengevakuasi penumpang.

"Kami yang di luar sempat akan membawa alat untuk membuka paksa. Namun, beberapa saat kemudian pintu sudah bisa dibuka," kata petugas tersebut.

Coreng penerbangan
Insiden tergelincirnya Batik Air dinilai mencoreng dunia penerbangan nasional.

"Insiden Batik Air telah mencoreng dunia penerbangan nasional karena sudah berkali-kali terjadi," cetus Wakil Ketua DPR Komisi V Yudi Widiana saat dihubungi tadi malam.

Yudi mendesak penyelidikan secara tuntas tentang insiden tersebut. Selain itu, dia meminta Kemenhub mengaudit landasan bandara di wilayah dengan curah hujan tertentu.

"Di bandara harus ada informasi ketebalan air di landasan bukan hanya presisi pendaratan," jelasnya. (Aya/AT/X-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya