PENUTUPAN Bandara Internasional Lombok (BIL) di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), kembali diperpanjang hingga pagi ini (Sabtu, 7/11) pukul 08.45 Wita, akibat debu erupsi Gunung Barujari. "Ini akibat pengaruh arah angin. Kalau saat Bandara Ngurah Rai, Bali, kemarin, ditutup kita justru aman, karena arah angin ke barat. Sekarang justru angin ke selatan arah Bandara Internasional Lombok," kata Pudjiono, General Mananger PT Angkasa Pura I Lombok, NTB, kemarin. Semula, penerbangan di BIL ditutup pada Rabu (4/11) pukul 18.45 Wita hingga Kamis (5/11) pukul 07.30 Wita.
Namun, dari hasil evaluasi kondisi cuaca, penutupan bandara diperpanjang hingga Jumat (6/11) pagi pukul 08.45 Wita dan diperpanjang hingga pagi hari ini. Pudjiono mengatakan penutupan bandara dilakukan karena mendung dan terdapat butiran debu vulkanis. Kendati jarak pandang masih bagus hingga 8 km, hal itu tetap dianggap membahayakan penerbangan. Penutupan itu menyebabkan 70 penerbangan untuk kedatangan dan keberangkatan dibatalkan. Terdata 3.600 penumpang batal berangkat.
Kendati arah angin ke selatan, sebaran debu vulkanis masih terus menerpa sekitar wilayah Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat. Hujan abu lebih tipis dan halus jika dibandingkan dengan sehari sebelumnya yang lebih kasar menyerupai pasir. Terkait dengan debu vulkanis, dengan arah angin menuju ke selatan Lombok Tengah, Kepala Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lombok, NTB, Catur Winarti mengatakan, "Sekarang ini memasuki pancaroba, sewaktu-waktu berubah," ujar Catur, kemarin. Ngurah Rai beroperasi Berdasar pantauan citra satelit, abu vulkanis Gunung Barujari--anak Gunung Rinjani--dengan tinggi 2.376 meter di atas permukaan laut menutupi BIL yang berada di wilayah Lombok Tengah. "Abu vulkanis mengarah ke selatan. Yang cukup terdampak ialah aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Lombok di Lombok Tengah yang relatif dekat," kata staf Informasi dan Data BMKG Maritim Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Eko Prasetyo, kemarin.
Adapun Bandara Blimbingsari di Banyuwangi, Jawa Timur, Bandara Selaparang di Mataram, NTB, dan Bandara Ngurah Rai di Bali yang sebelumnya terdampak berangsur beroperasi normal. Dari Bali, lima maskapai penerbangan dengan total 19 rute internasional masih membatalkan jadwal dari dan ke Denpasar, Bali.
"Itu teknis maskapai yang membatalkan penerbangan ke Bali. Kalau bandara sudah beroperasi kembali," kata General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Ngurah Rai, Trikora Harjo, kemarin. Kelima maskapai itu, yaitu Emirates Airlines sebanyak tiga penerbangan tujuan Denpasar-Dubai, Air Asia (1 penerbangan), dan Malaysia Airlines (1). Kemudian dua maskapai lain, yakni Jetstar (9), dan Virgin Australia (5) juga masih membatalkan jadwal penerbangan akibat dampak hujan abu vulkanis Gunung Barujari.
Di Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, kemarin, calon penumpang tujuan Lombok kecewa karena penerbangan dibatalkan tanpa ada pemberitahuan dari pihak maskapai penerbangan. Para calon penumpang pun antre melakukan refund atau meminta uang tiket dikembalikan. "Kami bertiga baru tiba dari Bandung untuk melanjutkan ke Lombok. Tapi ternyata tutup dan tidak ada pemberitahuan sebelumnya," kata Alvi, 27, penumpang yang bertujuan ke Bandara Internasional Lombok. Tercatat ada pembatalan 17 penerbangan dari dan menuju Lombok melalui Bandara Juanda. Maskapai penerbangan yang batal terbang, yakni Lion Air, Garuda Indonesia, Citilink, dan Kal Star.