HUJAN lebat sepanjang kemarin pagi menyebabkan beberapa wilayah di Kota Jambi tergenang banjir. Dinas Pekerjaan Umum Kota Jambi mengakui kerusakan dan adanya penyumbatan drainase oleh sampah, rumput liar, dan tanah ialah penyebab banyaknya genangan air. Berdasarkan pantauan Media Indonesia, hujan lebat turun sekitar 2 jam, mulai pukul 08.00 WIB. Lebatnya hujan membuat air cepat meluap ke saluran pembuangan, baik di lingkungan permukiman maupun jaringan drainase di kiri kanan ruas jalan utama di Kota Jambi. Menurut catatan Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kota Jambi, kerusakan jaringan drainase total mencapai 120 kilometer.
"Sekitar 30% rusak terutama timbunan tanah dan sampah. Untuk mengantisipasinya, drainase yang rusak perlu dinormalisasi melalui pengerukan dan pembersihan," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Jambi, Khairudin Fikri, kemarin. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Jambi memprediksi hujan akan sering turun pada pekan kedua November. Meski banjir cepat surut, warga permukiman kelabakan karena munculnya air secara tiba-tiba. Banjir juga menerjang Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, tepatnya di Desa Ciampel, Kecamatan Padalarang.
Curah hujan tinggi mengakibatkan banjir bandang disertai lumpur yang menerjang permukiman warga Kampung Ciampel RT 05/03. Sedikitnya 30 rumah dan jalan permukiman dipenuhi lumpur. Owih, 63, warga Kampung Ciampel, mengatakan tinggi lumpur yang masuk ke rumahnya sekitar 50 cm. "Kejadiannya sekitar pukul 23.00," ujarnya. Lumpur sempat menutup akses jalan Padalarang-Batujajar selama 6 jam.
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Damkar, dan aparat kepolisian dibantu warga segera membersihkan banjir lumpur yang menutup akses jalan sehingga lalu lintas kembali normal. Camat Padalarang, Slamet Nugraha, mengatakan tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Dari hasil rapat muspika diketahui pada saat hujan, tempat penampungan air milik PT Huni Karya Parahyangan jebol. Pihak perusahaan bersedia memberikan biaya membersihkan lumpur Rp500 ribu per keluarga.