Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
TELKOM University (Tel-U) melalui Bandung Techno Park menggelar kegiatan business matching bertajuk Building Cross-Border Innovation Ecosystem Hong Kong–Indonesia Partnership in Technology bersama Cyberport Hong Kong di Kampus Tel-U Bandung, Selasa (10/3).
Direktur Bandung Techno Park, Iwan Tritoasmoro, mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi kerja sama strategis antara Telkom University dan Cyberport Hong Kong yang telah ditandatangani pada 2025.
“Forum ini bertujuan mempertemukan ekosistem inovasi dari Indonesia dan Hong Kong melalui interaksi antara perusahaan teknologi global, akademisi, serta pusat riset unggulan di lingkungan Tel-U,” kata Iwan dalam keterangan tertulisnya, kemarin.
Menurutnya, sebanyak 12 perusahaan teknologi delegasi Cyberport turut hadir dengan membawa berbagai solusi berbasis Information and Communication Technology (ICT) dan Artificial Intelligence (AI). Teknologi tersebut diterapkan pada berbagai sektor, seperti smart city, infrastruktur digital, cybersecurity, solusi perusahaan, hingga teknologi kesehatan.
JAJAKI PELUANG KOLABORASI
Dalam kegiatan ini, perusahaan-perusahaan tersebut berinteraksi langsung dengan sejumlah Center of Excellence (CoE) serta startup inovasi Tel-U untuk menjajaki peluang kolaborasi teknologi dan riset terapan.
Hong Kong Cyberport Ambassador for Indonesia sekaligus CEO Opus Solutions Limited Hong Kong, Dennis Tedja, mengatakan pihaknya memfasilitasi keterhubungan antara ekosistem inovasi Cyberport Hong Kong dengan berbagai mitra di Indonesia.
“Melalui peran ini, kami menghubungkan ekosistem inovasi Cyberport dengan institusi akademik, pusat inovasi, serta startup teknologi di Indonesia yang berpotensi berkolaborasi dalam pengembangan solusi digital dan teknologi masa depan,” ujarnya.
Ia menjelaskan rangkaian kegiatan meliputi sesi company pitching, business matching, dan roundtable discussion yang dirancang untuk mendorong kolaborasi konkret antara akademisi dan industri.
“Forum ini membuka peluang kerja sama seperti joint research, pengembangan Proof of Concept (PoC), implementasi pilot project, hingga potensi komersialisasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri,” kata Dennis.
Selain diskusi dan penjajakan kolaborasi, delegasi juga mengikuti sesi BTP Visit, yakni kunjungan ke fasilitas inovasi di Bandung Techno Park. Dalam kunjungan tersebut, peserta diperkenalkan dengan ekosistem inovasi Tel-U, termasuk ruang kolaborasi inovasi, co-working space bagi startup dan tenant teknologi, makerspace, serta Telkom University Innovation Gallery (TUIG).
HASILKAN SEJUMLAH LOI
Dari sesi roundtable discussion, kegiatan ini juga menghasilkan sejumlah Letter of Intent (LoI) antara Research Institute, Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUI-PT), serta Center of Excellence Tel-U dengan perusahaan teknologi delegasi Cyberport. “Sejumlah LoI telah dihasilkan sebagai langkah awal menuju kolaborasi riset dan pengembangan teknologi yang lebih konkret,” ujar Dennis.
Beberapa potensi kerja sama yang teridentifikasi di antaranya kolaborasi antara Research Institute Connectivity and Convergence for Smart Living (RI CCSL) dengan WildFaces, PUIPT Advanced Intelligent Communications (AICOMS) dengan Ambit Geospatial dan Alpha AI Technology, CoE Artificial Intelligence for Learning & Optimization (AILO) dengan Ambit Geospatial dan Bitlliant, serta CoE Smart Electric Vehicle (Smart EV) dengan oneCHARGE.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui pengembangan PoC, riset bersama, hingga implementasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri di Indonesia maupun pasar global. Telkom University juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai penghubung antara dunia akademik dan industri dalam menghasilkan inovasi yang berdampak nyata. (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved