Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
KELOMPOK difabel sampai Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam) dampingan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendapat Kado Ramadan pada Minggu (8/3) sore.
Kado Ramadan ini diberikan kepada sebelas kelompok dampingan yakni Jatam, KSP Bank Difabel Ngaglik, Jatam Bejen (TelorMoe), Gading, Gerkatin, Petani dan UKM Gula Semut Kokap, UMKM Ngoro-oro Gunungkidul, Pengolahan Sampah Mardiko, Asongan, dan Becak Pabelan.
Ketua MPM PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin menjelaskan, proses pemberdayaan masyarakat merupakan usaha mengurangi ketergantungan dan menciptakan kemandirian melalui kegiatan-kegiatan pemberdayaan, termasuk melalui agenda pada bulan Ramadan untuk berbagi.
“Beberapa dampingan-dampingan Muhammadiyah melalui MPM sudah mulai bertransformasi menjadi kelompok-kelompok yang mandiri, salah satunya adalah dibuktikan dengan kesadarannya untuk berbagi pada saudara-saudaranya yang lain dengan memberikan zakat dan sedekah yang disalurkan melalui LAZISMU PP,” kata Yamin di Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Ia menjelaskan, kegiatan ini diikuti lebih dari 600 peserta, baik dari kelompok dampingan maupun keluarga penerima manfaat juga turut hadir.
Gerakan pemberdayaan ini jika ditarik ke belakang, katanya, dapat ditemukan kesinambungannya dengan gerakan Al Ma'un yang dilakukan Kiai Ahmad Dahlan. Yamin menyebut, gerakan pemberdayaan ini juga untuk menghidupkan daya angkat dan ungkit masyarakat menuju keberdayaan dan kemandirian.
Tak hanya masyarakat petani dan masyarakat miskin kota, Yamin menambahkan, MPM PP Muhammadiyah juga melakukan pemberdayaan di masyarakat daerah 3T. Seperti gerakan akses sarana air bersih di NTT, dan pemberdayaan Suku Warmon Kokoda di Sorong, Papua Barat yang awalnya nomaden kini sudah menetap.
“Sekarang mereka sudah menjadi kampung yang modern yang diakui oleh pemerintah desa sehingga mereka sekarang lebih bisa mandiri dan bertransformasi dari sebelumnya nomaden menjadi kampung yang berkemajuan,” kata Yamin.
Langkah taktis dan strategi untuk memberdayakan umat ini diapresiasi Wakil Rektor UMY, Faris Al Fadhat ketika memberikan sambutan. Menurutnya ini langkah nyata Muhammadiyah selalu hadir bersama masyarakat dhuafa dan mustadh'afin.
“Di tengah terpaan isu ekonomi yang tak menentu dan mengancam masyarakat (lapisan bawah), gerakan Muhammadiyah melalui MPM ini jadi aksi nyata Muhammadiyah memberdayakan umat,” katanya.
Sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA), UMY menyampaikan komitmennya untuk mendukung dan berada dalam satu barisan yang rapi dalam gerakan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Persyarikatan Muhammadiyah.
Ucapan terima kasih datang dari PT. Danone Indonesia yang diwakili Karyanto Wibowo. Sejak membangun sinergi dengan MPM PP Muhammadiyah tiga tahun yang lalu, pihaknya merasa tercerahkan akan aksi pemberdayaan yang dilakukan Muhammadiyah.
“Kami melihat selama tiga tahun bekerja bersama, kolaborasi yang luar biasa, dampak yang diberikan juga signifikan. Tentunya kami berharap ke depan kita bisa terus memperkuat kolaborasi ini antara perusahaan private sector dengan MPM yang ada,” tuturnya.
Kegiatan ini dilaksanakan dari kolaborasi antara MPM PP Muhammadiyah, Lazismu Pusat, UMY, Unisa Yogyakarta, Madrasah Mu’allimin, PT. Danone Indonesia, ICMI DIY, ISEI DIY, Maybank Syariah, dan Zurich Syariah. (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved