Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Aidha Angkat Kisah Pekerja Migran di Hari Perempuan Internasional 2026

Naviandri
08/3/2026 14:45
Aidha Angkat Kisah Pekerja Migran di Hari Perempuan Internasional 2026
Peringatan Hari Perempuan Internasional 2026(Dok. Aidha)

BERTEPATAN dengan momen peringatan Hari Perempuan Internasional 2026, organisasi nirlaba Aidha menghadirkan kisah inspiratif tiga pekerja migran Indonesia melalui kampanye #BersamaBerdaya. Program ini menyoroti pentingnya pendidikan keuangan, pembelajaran sebaya (peer learning), serta dukungan komunitas dalam meningkatkan kepercayaan diri dan kemandirian perempuan.

Kampanye yang diluncurkan pada Desember 2025 ini dijalankan bersama Campaign for Good. Melalui proses community vetting di platform tersebut, tiga pekerja migran Indonesia terpilih sebagai Duta Berdaya yang berperan sebagai mentor sebaya bagi komunitas pekerja migran.

Program ini memberikan dukungan hibah, pelatihan storytelling, komunikasi digital, serta kesempatan berbagi pengalaman melalui platform berbasis komunitas. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu para perempuan mengembangkan potensi diri, menumbuhkan kepemimpinan praktis, dan saling menguatkan dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.

DUTA BERDAYA
Salah satu Duta Berdaya, Fitria Hendrawati, mengungkapkan perjalanan hidupnya sebagai pekerja migran berawal dari kondisi keluarga yang sulit setelah ayahnya jatuh sakit. 

"Saya harus menjadi tulang punggung keluarga untuk memenuhi kebutuhan anak, orang tua dan keluarga besarnya. Tidak ada hasil yang instan, semuanya membutuhkan waktu dan proses,” tuturnya.

Dengan mengikuti program pelatihan di Aidha, Fitria perlahan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, keterampilan kepemimpinan, serta kemampuan mengelola keuangan secara lebih bijak. Kini ia aktif berbagi pengalaman kepada sesama pekerja migran agar lebih percaya diri dalam merencanakan masa depan.

Kisah lain datang dari Siti Mujiati, seorang ibu tunggal dua anak yang memutuskan bekerja di luar negeri setelah pekerjaan di pabrik tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Meski harus berpisah dengan anak-anaknya, Siti memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kualitas hidup keluarganya melalui pendidikan dan perencanaan keuangan.

“Dengan keberanian dan pendidikan, saya bisa bangkit dan mengubah bukan hanya hidup saya, tetapi juga masa depan anak-anak saya,” terangnya.

Berkat komitmennya belajar dan mengelola keuangan, Siti berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana, membangun dana darurat, serta membantu kedua putrinya memperoleh kesempatan kerja di luar negeri.

TABUNGAN HILANG
Sementara itu, Nur Bayani menghadapi ujian berat ketika seluruh tabungannya hilang akibat penipuan setelah bertahun-tahun bekerja di luar negeri. Peristiwa tersebut sempat membuatnya terpuruk, namun ia memilih bangkit dan memulai kembali. Melalui berbagai program pelatihan Aidha, Nur memperdalam pengetahuan keuangan dan meningkatkan kepercayaan dirinya dalam mengambil keputusan.

“Sekarang kemampuan bahasa Inggris saya lebih baik, jadi saya merasa lebih percaya diri, dan saya juga belajar keterampilan bisnis. Setiap tantangan hidup saya hadapi dengan bekal yang saya pelajari,” ucapnya.

Sebagai Duta Berdaya, Nur kini aktif membagikan pengalaman serta pelajaran praktis kepada sesama pekerja migran agar lebih siap menghadapi tantangan ekonomi dan kehidupan di perantauan.
Aidha menyatakan kampanye #BersamaBerdaya merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat pemberdayaan pekerja migran perempuan melalui pendidikan, keterampilan praktis dan dukungan komunitas.

Selain itu, Aidha juga membuka kelas pendidikan keuangan dalam Bahasa Indonesia yang dapat diikuti oleh pekerja migran Indonesia di Singapura. Program ini diharapkan dapat memperluas akses pembelajaran serta membantu lebih banyak perempuan membangun ketahanan finansial dan merencanakan masa depan yang lebih baik.(E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya