Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PRODUKSI cabai kecil alias rawit petani Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur tercatat mencapai 1.680 ton per tahun, dapat mencukupi kebutuhan atau permintaan masyarakat di kabupaten setempat.
"Produksi cabai rawit petani lokal sudah cukup memenuhi kebutuhan masyarakat kabupaten," ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara Gunawan, Sabtu (7/3), ketika ditanya menyangkut petani cabai di Penajam.
"Hanya saja tanaman itu rentan terserang penyakit yang dapat menyebabkan gagal panen ketika musim penghujan," tambahnya.
Sehingga petugas penyuluh Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara secara intensif melakukan pendampingan terkait pencegahan dan penanganan hama yang dapat mengancam kelangsungan tanaman cabai kecil tersebut.
Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara menargetkan hasil produksi cabai rawit 754 ton per tahun, jelas dia, tetap tercatat produksi petani mencapai 1.680 ton per tahun.
Hasil produksi cabai kecil tersebut telah melampaui kebutuhan masyarakat dan mengalami surplus, produksi mengalami kenaikan karena banyak petani Kabupaten Penajam Paser Utara mulai menanam cabai rawit beberapa tahun terakhir.
Rata-rata hasil panen budi daya tanaman cabai kecil mencapai 47 ton per bulan dan kebutuhan masyarakat sekitar 35 ton per bulan, kata dia sehingga produksi lokal cabai kecil cukup memenuhi permintaan masyarakat.
Sehingga dipastikan pasokan cabai rawit aman hingga Idul Fitri 1447 Hijriah, karena hasil panen petani Kabupaten Penajam Paser Utara cukup stabil dan mampu memenuhi kebutuhan pasar, demikian Gunawan.
Harga cabai kecil di Kabupaten Penajam Paser Utara sempat melonjak hingga Rp120.000 per kilogram, berangsur turun menjadi Rp80.000 per kilogram dan kini harga cabai rawit di pasaran Rp65.000 per kilogram. (Ant/E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved